Breaking News
  • Kapolda resmikan Bhayangkara Papua Football Academy
  • Kemen-PUPR tingkatkan kapasitas pekerja konstruksi dengan sertifikasi
  • Presiden Jokowi bersarung "blusukan" ke Mal Mataram
  • Pusat Konservasi Elang Kamojang lestarikan populasi elang jawaPusat
  • Wamen ESDM kaji FSRU penuhi pasokan gas

PERDAGANGAN Tingkatkan Daya Saing dan Jumlah Eksportir, Ditjen PEN dan LPEI Teken Kerja Sama 23 Aug 2017 17:14

Article image
Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita (Foto: Ist)
Penandatanganan ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan jumlah pelaku ekspor melalui program dan dukungan fasilitasi kepada para pelaku usaha.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan dan Direktur Eksekutif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank menandatangani nota kesepahaman tentang Kerja Sama dalam Pengembangan Ekspor pada Rabu (23/8/2017).

Arlinda, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional mengungkapkan, penandatanganan yang disaksikan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan jumlah pelaku ekspor melalui program dan dukungan fasilitasi kepada para pelaku usaha.

 “Pemerintah terus menginisiasi berbagai kerja sama untuk meningkatkan daya saing produk ekspor serta mendorong peningkatan jumlah pelaku usaha yang berorientasi ekspor,” katanya.

Penandatanganan tersebut diselenggarakan bertepatan dengan acara Forum Konsultasi Teknis (FKT) antara Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) dan dinas yang membidangi perdagangan di seluruh provinsi di Indonesia.

Arlinda menjelaskan, ruang lingkup kerja sama yang disepakati meliputi fasilitasi pembiayaan ekspor; peningkatan kapasitas berupa pemberian pelatihan, bimbingan teknis, orientasi, dan diseminasi informasi; kegiatan mengembangkan produk dan promosi ekspor; serta pertukaran data dan informasi dalam rangka pengembangan ekspor.

Sementara itu, Sinthya Reosly, Direktur Eksekutif LPEI mengatakan, kerja sama ini akan diimplementasikan melalui program pemberdayaan eksportir UKM meIalui pelatihan dan bimbingan teknis. Selain itu akan dilakukan pula pemberian fasilitas dari LPEl, dukungan pengembangan produk ekspor dan perluasan akses pasar baru terutama ke pasar nontradisional.

Dukungan Pembiayaan dari LPEI untuk Semester I 2017 tercatat sebesar Rp 11,12 Triliun. Sebagai lembaga yang diberi mandat menjalankan pembiayaan ekspor nasional, LPEI mendukung fasilitasi eksportir agar semakin kompetitif di pasar global, serta mendukung peningkatan kapasitas pelaku usaha segmen Usaha Kecil Menengah Ekspor (UKME).

Dukungan pembiayaan LPEI terhadap UKME selama semester 1 tahun 2017 tercatat sebesar 11,5% atau Rp11,12 triliun dari total pembiayaan sebesar Rp96,82 triliun. Sementara, untuk penjaminan dan asuransi masingmasing sebesar Rp8,41 triliun dan Rp9,97 triliun.

Pada 2010, Kemendag juga telah menandatangani kesepakatan bersama antara Kementerian Perdagangan dan LPEI dalam Pengembangan Kapasitas dan Peningkatan Akses Pembiayaan Bagi Usaha Kecil dan Menengah Pelaku Ekspor. Kesepakatan tersebut telah berakhir pada 2016.

--- Ernie Elu Wea

Komentar