Breaking News

NASIONAL Tingkatkan Pelayanan, Mendagri Luncurkan Anjungan Dukcapil Mandiri 27 Nov 2019 06:30

Article image
Mendagri Tito Karnavian saat mencoba menggunakan Anjungan Dukcapil Mandiri. (Foto: Kompas.com)
Menurut Tito, selama ini masyarakat yang ingin mengurus segala macam dokumen kependudukan disulitkan oleh adanya birokrasi yang terdapat di kantor-kantor pemerintahan daerah.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membuat gebrakan dengan meluncurkan Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) yang berlangsung di Discovery Ancol Taman Impian, Pademangan, Jakarta Utara, Senin (25/11/19).

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengatakan, ADM ini membuat warga bisa mencetak berbagai kartu identitas yang dikeluarkan Dukcapil secara mandiri.

"ADM bisa mencetak KTP, Akta kelahiran, Akta kematian, Kartu Keluarga, dan lain-lain dalam hitungan menit," kata Tito seusai peresmian, seperti dilansir Kompas.com.

Tito menjabarkan, ADM dapat mempermudah layanan publik di Dukcapil yang selama ini terbilang sulit.

Saat meresmikan ADM tersebut, Tito mendemonstrasikan pembuatan KTP dengan alat tersebut. Ia tampak menginput beberapa data ke anjungan tersebut.

"Tadi saya sudah coba sendiri, lebih kurang 1,5 menit sudah bisa dilakukan dengan cepat, ini terobosan bagus," tutur Tito.

Cegah Korupsi

Selain mencetak berbagai kartu identitas yang dikeluarkan Dukcapil secara mandiri, Tito menilai ADM tersebut bisa mengurangi potensi korupsi.

Pasalnya menurut Tito, selama ini masyarakat yang ingin mengurus segala macam dokumen kependudukan disulitkan oleh adanya birokrasi yang terdapat di kantor-kantor pemerintahan daerah.

“Publik yang selama ini sulit datang ke kantor pemerintah, ke kecamatan, ke kelurahan, ke kantor bupati untuk membuat kartu, belum lagi potensi untuk korupsi dan lain-lain,” ucap Tito.

“Dengan hilangnya sentuhan antara petugas dengan masyarakat, maka otomatis potensi korupsi itu hampir bisa dikatakan hilang, dan kemudahan dalam hitungan menit semua bsia diakses dan bisa dinikmati oleh publik,” tambahnya.

Oleh sebab itu, mantan Kapolri ini mengimbau kepada seluruh kepala daerah di Indonesia untuk bisa mempermudah masyarakatnya dengan menghadirkan mesin ADM tersebut untuk mengurusi dokumen kependudukan.

“Kita minta semua daerah, semua daerah untuk melakukan pengadaan karena ini akan bermanfaat untuk membantu para kepala daerah, mengurangi korupsi, mempermudah masyarakat, masyarakat akan berterima kasih kepada kepala daerah-daerah melakukan ini,” ungkap Tito.

Sementara Dirjen Dukcapil, Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan hingga kini pengadaan mesin itu masih berproses di DPR RI. Namun, pihaknya sudah mencanangkan kalau banyaknya mesin yang akan diterima oleh setiap daerah bergantung pada banyaknya penduduk.

“Tergantung jumlah penduduknya. Ada kalau seperti Kabupaten Tanah Tidung yang penduduknya hanya 26 ribu, ya mungkin tidak perlu terlalu banyak. Satu kecamatan satu cukup. Tapi kalau seperti DKI, 10 juta, mungkin 100 anjungan juga belum tentu cukup. Tergantung kepadatan daerah dan kemampuan masing daerah,” terang Zudan.

Zudan menyebutkan, ADM ini sudah masuk dalam katalog sehingga sudah bisa dipesan oleh masing-masing pemerintah daerah.

"Sudah kita letakkan di e-katalog. Jadi lelangnya melalui e-katalog, daerah silakan beli," kata Zudan.

--- Guche Montero

Komentar