Breaking News

REGIONAL Tinjau Pasar Wolowaru, Mahmud Djegha Serap Keluhan dan Aspirasi Masyarakat 30 Aug 2019 15:28

Article image
Anggota DPRD Ende, Mahmud Bento Djegha saat mendengar keluhan mama Maria di pasar Wolowaru. (Foto: Che)
"Pengawasan seperti ini akan terus dilakukan terutama di beberapa titik yang menjadi akses pelayanan publik, baik di pasar, Rumah Sakit atau puskesmas, juga tempat umum lainnya yang harus menjadi fokus perhatian," kata Bento.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Baru sehari masa kerja usai resmi menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ende periode 2019-2024, Mahmud Djegha berkesempatan meninjau pasar Wolowaru, Kabupaten Ende, Jumat (30/8/19).

Disaksikan media ini, Anggota dewan dari  Partai Demokrat yang akrab disapa Bento ini menemui para penjual ikan, para mamalele dan papalele sambil menyerap keluhan dan aspirasi mereka.

"Kami minta penataan lokasi pasar jadi lebih baik dan teratur termasuk ruas jalan di sekitar lokasi pasar perlu diperbaiki. Kami juga berharap bisa dibangun beberapa loss untuk para penjual dan pedagang," pinta Ibu Wati ditemui di tempat jualan ikannya.

Keluhan juga disampaikan penjual ikan lainnya, Bapak Adnan Sao. Ia berharap agar pasar Wolowaru dapat ditata menjadi lebih baik termasuk tempat parkir untuk kendaraan, managemen yang teratur sesuai jenis jualan, termasuk tanggung jawab soal kebersihan pasar yang belum diperhatikan secara serius meski ada retribusi pasar," tambah Sao.

Keluhan senada diungkapkan Ahad Said yang mengaku prihatin dengan kondisi pasar serta managemen pengelolaan pasar yang terkesan tidak tegas dan mengabaikan hak-hak para penjual dan pedagang kecil.

"Selain penataaan infrastruktur dan fasilitas jualan yang layak bagi pedagang kecil (lokal), kami juga meminta ketegasan pemerintah daerah melalui dinas perindustrian dan perdagangan kabupaten Ende, juga pemerintah wilayah setempat (camat, lurah) agar mempertegas aturan mengenai pelaku pasar," kata Holid.

Keluhan Holid dibenarkan Madi yang mengaku tidak ada aturan penertiban bagi para pedagang termasuk para pedagang besar dari luar kabupaten.

"Lama-kelamaan, situasi pasar lebih ramai di pinggir jalan umum ketimbang di area pasar. Kami minta ketegasan dari para petugas pasar untuk menertibkan para pedagang di pinggir jalan umum. Juga mempertegas aturan bagi para pedagang besar dari luar kabupaten yang sering menentukan harga seenaknya. Jika tidak dipertegas, maka para pedangan kecil akan terus ditindas oleh pedagang besar," keluh Madi.

Indikasi Pungli

Salah seorang pelaku usaha yang tidak ingin namanya ditulis, menduga ada indikasi pungutan liar (pungli) yang dimanfaatkan oleh  para pedagang besar.

"Jika ada ketegasan aturan untuk menertibkan para pedagang ke area pasar, maka kondisi pasar tidak mungkin amburadul seperti sekarang ini. Patut diduga ada indikasi pungli setiap hari pasar sehingga banyak pedagang kecil yang mulai merasa tersingkir," keluh pelaku usaha tersebut.

Menjalankan Fungsi Pengawasan

Di sela-sela menyerap keluhan dan aspirasi, Anggota DPRD, Bento Djegha kepada media ini mengatakan bahwa agenda kunjungan tersebut sebagai bagian dari fungsi pengawasan.

"Hari ini bertepatan dengan hari pasar Wolowaru, sehingga saya memutuskan untuk meninjau kondisi pasar dan mendengar langsung keluhan dan harapan masyarakat yang menjadi pelaku usaha," kata Bento.

Bento mengaku ada beberapa keluhan dan harapan masyarakat yang perlu dikaji dan ditindaklanjuti. Ia berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan elemen pemerintah terkait guna mendukung para pelaku usaha kecil dan menengah.

"Prinsipnya, kita mendengar dan menyerap langsung keluhan dan harapan masyarakat. Ada keluhan soal penataan infrastruktur jalan dan fasilitas pasar, keluhan soal manajemen, kebersihan, juga pelayanan kesehatan melalui BPJS dan Kartu Indonesia Sehat (KIS)," terangnya.

Bento berkomitmen untuk terus menyerap aspirasi masyarakat dan akan berkoordinasi dengan pemerintah maupun pemimpin wilayah untuk bersama-sama mencari solusi terkait keluhan, persoalan dan harapan masyarakat.

"Pengawasan seperti ini akan terus dilakukan terutama di beberapa titik yang menjadi akses pelayanan publik, baik di pasar-pasar, Rumah Sakit atau puskesmas, juga tempat umum lainnya yang harus menjadi fokus perhatian. Prinsipnya, ini adalah data primer dari kondisi riil yang kita temukan di lapangan," tandasnya.

 

--- Guche Montero

Komentar