Breaking News

REGIONAL Tinjau Pengungsian Erupsi Gunung Ile Lewotolok, Doni Monardo Imbau Pemda Beri Penanganan Khusus Kelompok Rentan 03 Dec 2020 11:26

Article image
Doni Monardo datang ke lokasi pengungsian erupsi Gunungapi Ili Lewotolok, Lembata bersama Anggota Komisi VIII DPR RI, M Ali Taher dan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi. (Foto: BNPB)
Kedatangan Doni dan timnya ke lokasi pengungsian Gunung Ile Lewotolok menjadi bukti bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat untuk memberikan dukungan.

LEMBATA, IndonesiaSatu.co -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengimbau Pemerintah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) memberi penanganan yang lebih baik kepada para pengungsi Gunung Ile Lewotolok, khususnya mereka yang masuk dalam kelompok rentan.

Doni mengatakan ini usai berkunjung ke lokasi pengungsian erupsi Gunung Ile Lewotolok, Rabu (2/12/2020). Menurut pemantauan Doni, masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki, salah satunya adalah masalah penanganan kesehatan dan keselamatan para pengungsi.

Untuk itu, Doni meminta agar para warga pengungsi kelompok rentan dapat dipisahkan dari mereka yang berusia muda. Ini harus dilakukan, sebab selain menghadapi ancaman bencana alam, para pengungsi saat ini juga menghadapi bencana non alam, yakni pandemi Covid-19.

“Saya imbau kepada Pemkab agar bisa memisahkan antara kelompok rentan dengan yang muda. Karena kita menghadapi bencana alam namun juga dalam situasi bencana non alam,” kata Doni dalam keterangan yang diterima, Rabu (2/12/2020).

Sebagaimana diketahui bahwa kelompok rentan memiliki risiko yang lebih berat apabila terpapar virus Covid-19. Adapun kelompok rentan tersebut meliputi usia lanjut, penderita penyakit penyerta atau komorbid, ibu hamil, ibu menyusui, disabilitas, balita dan anak-anak

Apabila hal tersebut tidak segera ditangani dengan baik, maka dapat mengancam keselamatan jiwa masyarakat lainnya.

“Karena kelompok rentan ini sangat berisiko kalau terpapar itu bisa membahayakan keselamatan jiwa,” kata Doni.

“Jadi tidak hanya mengurusi ancaman terhadap erupsi gunungapi, tapi kita juga harus bisa melindungi warga negara dan masyarakat dari pandemi COVID-19,” imbuhnya.

Doni Monardo datang ke lokasi pengungsian erupsi Gunungapi Ili Lewotolok, Lembata bersama Anggota Komisi VIII DPR RI, M Ali Taher dan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi.

Kedatangan Doni dan timnya ke lokasi pengungsian Gunung Ile Lewotolok menjadi bukti bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat untuk memberikan dukungan.

“Pemerintah pusat hadir tengah masyarakat yang terdampak bencana di Kabupaten Lembata, akibat dari erupsi Gunungapi Ili Lewotolok,” kata Doni.

Doni menerima laporan  bahwa sudah ada sebanyak 7.968 orang yang sudah mengungsi di 7 titik pengungsian. Doni berharap agar Pemkab Lembata sebagai pemegang tongkat komando dapat bekerja lebih keras lagi bersama seluruh komponen demi keselamatan jiwa.

Apa yang disampaikan Doni searah dengan harapan Presiden Joko Widodo yang selalu menekankan bahwa keselamatan masyarakat menjadi hukum yang tertinggi.

“Tidak boleh ada korban jiwa, oleh karenanya perlu adanya kerja keras dari seluruh komponen. Keselamatan masyarakat adalah hukum yang tertinggi, Salus Populi Suprema Lex,” ujarnya.

--- Simon Leya

Komentar