Breaking News
  • Banjir landa 21 kelurahan di Tebing Tinggi
  • Imigrasi Ngurah Rai beri "exit pass" seminggu bagi wisman
  • Jokowi: Kawasan GBK Harus Jadi Ruang Publik Bagi Masyarakat
  • PVMBG: gas SO2 Gunung Agung menurun
  • Sebanyak 50 ton ikan Danau Maninjau mati

PERTAHANAN TNI AD Catat Rekor AARM 2017 di Singapura 28 Nov 2017 19:23

Article image
Kontingen TNI AD yang mengikuti Kegiatan AARM ke-XXVI tahun 2017 di Singapura (Foto: Ist)
"Ini merupakan kebanggaan, karena para prajurit menggunakan senjata dalam negeri. Kadang orang tidak percaya, tetapi kenyataannya begitu. Bangga karena bisa menjadi nomor satu dan buatan dalam negeri," ungkap Panglima TNI, Gatot Nurmantyo.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Kontingen Tentara Nasinal Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) berhasil meraih juara umum dalam lomba tembak antar-Angkatan Darat negara ASEAN, The ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) ke-XXVII yang diselenggarakn di Singapura sejak Selasa, 14 November hingga Kamis, 23 November 2017 lalu.

Kontingen TNI AD berhasil memecahkan rekor dengan perolehan sembilan trofi, 31 emas, 10 perak dan 10 perunggu. Raihan tersebut menjadi yang terbaik sekaligus menjadi juara umum di antara sembilan negara lain yang ikut dalam AARM 2017 yakni lndonesia, Thailand, Filipina, Singapura, Malaysia, Vietnam, Myanmar, Laos, Brunei dan Timor Leste.

Kompetisi tahunan yang digelar sejak tahun 1991 ini mempertandingkan lima kategori yaitu Senapan, Karaben, Pistol Putra dan Putri serta Senapan Otomatis (machine gun).

Dengan torehan tersebut, hingga saat ini Indonesia mencatat rekor sebagai negara yang paling banyak menjadi juara umum yakni 12 kali.

Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo mengungkapkan rasa bangganya terhadap tim TNI AD yang telah berhasil meraih prestasi dan mencatat rekor peraih juara umum lomba menembak ASEAN.

"Pada kesempatan ini, saya atas nama panglima TNI, merasa bangga luar biasa kepada prajurit-prajurit saya yang bertanding di AARM ke-XXVII di Singapura dan menjadi juara umum dengan prestasi tertinggi," ujar Gatot usai menghadiri acara Malam Akrab Musyawarah Nasional Persatuan Purnawirawan ABRI (Pepabri) di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Rabu (22/11/17) malam sebagaimana dilansir Kompas online.

Gatot menuturkan, dalam kompetisi tersebut, tim TNI AD berhasil mendapatkan 9 dari 15 trofi yang diperebutkan. Selain itu tim juga berhasil menyabet 31 medali emas, 10 Perak dan 10 Perunggu.

"Jadi mutlak ini prestasi sepanjang sejarah ada AARM," kata Gatot.

Menurut Gatot, Indonesia juga patut berbangga sebab senjata yang digunakan prajurit dalam lomba tersebut merupakan produksi dalam negeri buatan PT Pindad. Ia pun menegaskan akan memberikan insentif kepada prajurit-prajurit yang berhasil mengharumkan nama bangsa begitu tiba di tanah air.

"Ini merupakan  kebanggaan, karena para prajurit menggunakan senjata dalam negeri. Kadang orang tidak percaya, tetapi kenyataannya begitu. Bangga karena bisa menjadi nomor satu dan buatan dalam negeri," ucapnya.

Sementara Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) TNI AD, Jenderal Mulyono juga mengaku bangga dengan pencapaian kontingen Indonesia dalam ajang ASEAN tersebut.

Sebagai bentuk apresiasi, dua atlet tembak diberikan hadiah berupa rumah. Pemberian rumah secara simbolis ini dilakukan di Mabes TNI AD, Jakarta, Selasa (28/11/2017).

"Atas prestasinya, saya memberikan apresiasi sebuah rumah tipe 45 kepada Lettu Inf Safrin Sihombing yang telah berpartisipasi dalam AARM sebanyak 10 kali dan tahun ini mendapatkan Trophy individual Championship untuk materi pistol putra. Juga Serka Priyanta yang telah berpartisipasi dalam AARM sebanyak 12 kali dan tahun ini mendapatkan Trophy Individual Championship untuk materi SO," kata Mulyono.

Menurut Mulyono, gencarnya pemberitaan di media massa menunjukkan bahwa prestasi yang dipersembahkan kontingen TNI tidak hanya memberikan kebanggaan kepada TNI AD, tetapi juga seluruh bangsa Indonesia di tengah-tengah minimnya prestasi olahraga tingkat internasional.

Atas prestasi itu, Jenderal Mulyono berpesan kepada para kontingen untuk tetap rendah hati. Ia berharap agar tradisi juara ini akan terus berlanjut di tahun-tahun yang akan datang.

"Tetaplah rendah hati dan tidak sombong atas prestasi yang telah diraih ini. Besar harapan agar tradisi juara ini berlanjut pada event-event yang akan datang. Jangan melihat bonus sebagai tujuan utama namun yang terutama adalah profesionalisme individu dan berjuang mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia di ajang internasional," tandas mantan Pangdam Jaya. 

Dalam kompetisi AARM ke-XXVII tahun 2017 ini, enam prajurit berhasil meraih Champion Individual, yaitu Lettu inf Safrin Sihombing (Kopassus) untuk kategori Pistol Putra, Praka Zulkarnaen Amirullah (Kodam II/Sriwijaya) untuk kategori Karaben, Sertu Woli Hamzan (Kostrad) untuk kategori Senapan, Sertu Carlelis Manusama (Kodam XVI/Pattimura) untuk kategori Pistol Putri dan Serka Priyanta serta Sertu Hari Mulyono (Kopassus) untuk kategori Senapan otomatis (machine gun).

--- Guche Montero

Komentar