Breaking News

EKONOMI Tren Menurun, Presiden Jokowi Ajak Dongkrak Kembali Tatanan Ekonomi Nasional 25 Jul 2020 01:44

Article image
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Foto: Ist)
Presiden Jokowi mengatakan bahwa setiap bulan kondisi ekonomi selalu berubah dan dinamis dari 215 negara di dunia.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk ikut serta berusaha menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi nasional sebagai dampak langsung situasi pandemi Covid-19 terhadap tatanan ekonomi dunia.

Hal tersebut dikatakan Jokowi dalam acara Penyerahan Program Pemulihan Ekonomi Negara (PEN) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/7/20).

"Saya mengajak semua lapisan untuk mengangkat kembali pertumbuhan ekonomi nasional. Jangan sampai terus menurun. Kita Indonesia sebelumnya kuartal pertama di 2020 ini masih plus 2,97%, kuartal kedua mulai minus 4,3 %”. Saya harap kuartal ketiga nanti harus kembali naik," ajak Presiden Jokowi.

Dalam acara yang dilaksanakan dengan video conference tersebut, Jokowi juga menjelaskan mengenai imbas pandemi Covid-19 terhadap keadaan ekonomi dunia.

"Tiga bulan yang lalu, saya mendapat info dari IMF bahwa kemungkinan tahun ini angka ekonomi global akan minus 2,5%. Dua bulan yang lalu, Bank Dunia menyatakan ekonomi dunia minus 5%. Dua minggu yang lalu juga, saya menelpon pihak OECD dan dinyatakan pertumbuhan ekonomi dunia menuju minus 6 hingga minus 7%," terang Presiden.

Lebih lanjut, Kepala Negara mengatakan bahwa setiap bulan kondisi ekonomi selalu berubah dan dinamis dari 215 negara di dunia.

"Kondisi ekonomi di beberapa negara juga menurun. Prancis minus 11%, Inggris minus 15%, Jerman minus 11%, Amerika minus 9,7%, Jepang minus 8,3%, dan Malaysia minus 8%," paparnya.

"Saya melihat angka ekonomi kita sudah mulai meningkat dari tingkat konsumsi dan daya beli masyarakat juga membaik. Tren ekspor mulai membaik bulan Juni ini. Kita punya waktu mengangkat ekonomi di kuartal 3 ini di bulan Juli hingg September. Kesempatan kita ini sangat singkat. Kita juga ingin agar di kuartal 4 nanti kita jauh lebih baik," harap mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Jokowi juga mengungkapkan bahwa penyaluran Bansos Tunai dan sembako juga terus dijalankan dengan prosesnya juga harus lancar dan cepat serta dengan sederhana dan tidak berbelit-belit.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki menjelaskan bahwa pada masa pemulihan ini pemerintah dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) akan terus mendukung UMKM milik masyarakat dan pelaku usaha untuk tetap bertumbuh.

--- Guche Montero

Komentar