Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

INTERNASIONAL Trump Pertahankan Kebijakan Pemisahan Anak-Anak Migran dari Orang Tua Mereka 19 Jun 2018 10:21

Article image
Aksi protes kebijakan kontroversial Trump yang memisahkan anak-anak migran dari orang tua mereka. (Foto: Axios)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Amerika Serikat tidak akan menjadi sebuah kamp migran dan tidak akan ada fasilitas untuk menangani pengungsi.

WASHINGTON, IndonesiaSatu.co -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan AS tidak akan menjadi kamp migran (migrant camp). Trump juga mempertahankan kebijakan kontroversialnya yang memisahkan anak-anak migran dari orang tua mereka.

“Amerika Serikat tidak akan menjadi sebuah kamp migran dan tidak akan ada fasilitas untuk menangani pengungsi,” kata Trump di Gedung Putih, Minggu (17/6/2018).

“Anda lihat apa yang sedang terjadi di Eropa,” sembari menambahkan, “Anda lihat apa yang sedang terjadi di tempat-tempat lain – kita tidak dapat membiarkan itu terjadi di Amerika Serikat. Tidak menjadi perhatian saya.”

Trump sebagaimana dilaporkan The Guardian (18/6/2018) mengabaikan suara kutukan sehubungan dengan kebijakan tanpa toleransi (zero tolerance) yang mengakibatkan hampir 2.000 anak pendatang gelap dipisahkan dari orang tua mereka dalam enam pekan terakhir ini.

Strategi pemisahan tersebut menimbulkan perpecahan di tubuh anggota Kongres, pejuang hak asasi dan para pemimpin agama yang menilai kebijakan tersebut kejam dan tidak manusiawi.

Trump lagi-lagi mengalihkan tanggung jawab tersebut dengan mengatakan bahwa kebijakan tersebut hanya menguatkan undang-undang negara yang mengerikan (horrible laws).
“Saya mengatakan ini dengan tegas, ini kesalahan Demokrat,” katanya. Dalam pesan Twitter-nya hari Mnggu, Trump menuntut Kongres mengubah UU (“CHANGE THE LAWS”).

Tidak ada UU yang mengatur soal pemisahan anggota keluarga di perbatasan dan kebijakan masa lalu melarang praktik tersebut. Pemisahan adalan konsekuensi kebijakan Trump yang “zero-tolerance” bahwa semua imigran yang tertangkap masuk AS secara ilegal dituntut sebagai kriminal. Anak-anak ditangani pihak penjara federal sementara orang dewasa menunggu proses hukum dan karenanya mereka dipisahkan dari orang tua mereka.

Dalam keterangan pers di New Orleans hari Minggu, Kirstjen Nielsen, Sekretaris Keamanan Tanah Air dan Jeff Sessions, penuntut umum mendukung kebijakan yang tegas.
“Kami tidak akan menoleransi apa yang kami lakukan, atau penegakan hukum yang ada, atas pekerjaan yang diharapkan rakyat Amerika untuk kami laksanakan,” kata Nielsen.
“Tindakan ilegal memiliki dan harus ada konsekuensinya,” tambahnya. “Tidak ada yang bebas masuk, tidak ada kartu bebas keluar penjara.”

 

--- Simon Leya

Komentar