Breaking News

KEAMANAN Tuduh TNI Ada Budaya ABS, Prabowo Dikritik Jusuf Kalla 01 Apr 2019 12:30

Article image
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. (Foto: Ist)
Prabowo menilai Jokowi memperoleh informasi yang kurang benar mengenai pertahanan dan keamanan Indonesia.

MAKASSAR, IndonesiaSatu.co -- Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyebut adanya budaya asal bapak senang atau ABS dalam tubuh TNI. Menanggapi hal ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang juga Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf JK mengatakan pernyataan Prabowo tersebut menyiratkan budaya ABS itu dilakukan oleh rekan-rekan dari ketua umum Partai Gerindra tersebut.

"Pak Prabowo memperingatkan, bahwa banyak ABS. Cuma ya yang agak sayang bahwa banyak ABS itu justru mungkin teman-temannya Pak Prabowo," kata JK usai nonton bareng debat capres keempat di rumah pribadinya di Jalan Haji Bau, Makassar, Sabtu (30/3/2019).

JK mengatakan, itu karena Prabowo mempertanyakan orang-orang yang memberi informasi kepada calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo terkait kondisi pertahanan nasional.

 "Karena dia bilang siapa yang memberikan nasihat gitu kan. Berarti orang-orang Prabowo," kata JK.

Kendati demikian, JK menilai pernyataan Prabowo juga bisa dimaksudkan untuk koreksi dalam tubuh pertahanan nasional. Karenanya, ia dapat memahami pernyataan Prabowo tersebut.

"Ya tentu ini juga artinya koreksi ke dalamlah Pak Prabowo ingin koreksi ke dalam," kata dia.

Sebelumnya, Prabowo menyingung adanya laporan dari TNI yang hanya 'Asal Bapak Senang' atau ABS, berdasarkan pengalamannya saat menjadi tentara. Hal itu ia ungkapkan setelah Jokowi memaparkan kondisi pertahanan nasional.

Prabowo menilai Jokowi memperoleh informasi yang kurang benar mengenai pertahanan dan keamanan Indonesia. Ia mengatakan, itu karena budaya asal bapak senang atau ABS yang disebut Prabowo marak terjadi.

"Saya pengalaman pak di tentara, budaya ABS banyak Pak. Kalau ketemu panglima, aman semua, terkendali Pak radar cukup pak. Saya tidak menyalahkan Bapak, ini ABS, mohon dikaji lagi," kata Prabowo.

--- Redem Kono

Komentar