Breaking News
  • Banjir landa 21 kelurahan di Tebing Tinggi
  • Imigrasi Ngurah Rai beri "exit pass" seminggu bagi wisman
  • Jokowi: Kawasan GBK Harus Jadi Ruang Publik Bagi Masyarakat
  • PVMBG: gas SO2 Gunung Agung menurun
  • Sebanyak 50 ton ikan Danau Maninjau mati

PERDAGANGAN Tutup Perdagangan Saham 2017, Presiden: Jangan Takut, Risiko Selalu Ada 29 Dec 2017 18:19

Article image
Presiden RI Joko Widodo. (Foto: Ist)
BEI telah menutup perdagangan saham pada 2017 dengan indeks harga saham gabungan di angka 6355, 65. Inilah pencapaian positif yang mampu dicapai sepanjang sejarah.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Investor di dalam dan luar negeri tidak khawatir terhadap spekulasi kabar buruk situasi ekonomi dan politik di Indonesia.

Demikian ajakan Presiden Jokowi dalam sambutan saat penutupan perdagangan saham 2017 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta pada Jumat (29/12/2017) sore.

"Kesimpulannya adalah yang penting jangan takut, risiko selalu ada. Tapi justru itulah peluangnya," tegas Presiden.

BEI telah menutup perdagangan saham pada 2017 dengan indeks harga saham gabungan di angka 6355, 65. Inilah pencapaian positif yang mampu dicapai sepanjang sejarah. Hal ini, menurut Jokowi, menunjukkan banyak peningkatan yang diraih oleh Indonesia dalam hal kepercayaan penanaman modal dan di sektor ekonomi.

Sejumlah capaian di sektor pasar modal tercatat di Indonesia yaitu peningkatan jumlah investor sebesar 44% dalam 2 tahun terakhir menjadi 1,12 juta investor dan diikuti kenaikan nilai investasi investor domestik mencapai Rp340 triliun pada tahun ini.

Pada 2017 terdapat 37 perusahaan tercatat yang melakukan pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia yang merupakan capaian tertinggi di BEI pada 23 tahun terakhir serta yang terbanyak di antara negara-negara kawasan Asia Tenggara.

Presiden menjelaskan sejumlah analisa situasi ekonomi Indonesia pada 2017 juga dapat ditepis oleh Indonesia secara baik.

Kepala Negara mengatakan pada awal 2017, beberapa analisa mewaspadai kenaikan suku bunga dolar Amerika oleh The Fed.

Presiden menambahkan banyak pihak khawatir bahwa mata uang negara lain juga akan terkena imbas .

Bahkan ada kekhawatiran terjadinya stimulus fiskal besar-besaran yang dilakukan oleh Presiden Amerika terpilih, Donald Trump.

"Tapi apa yang terjadi, akhirnya US Dolar melemah sepanjang tahun 2017. Bahkan sudah kembali di bawah titik saat kemenangan presiden di pemilu Amerika tahun lalu. Arus modal ke negara-negara berkembang termasuk ke Indonesia juga mencapai sebuah rekor, jangan lupa hal seperti ini," ujar Presiden.

Jokowi meminta agar masyarakat tidak termakan isu negatif mengenai keadaan politik dan ekonomi Indonesia.

Selain itu, Presiden juga mengajak investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia dengan tidak menunggu maupun bergantung kepada spekulasi situasi.

"Sudahlah, yang politik silakan politik, yang ekonomi kita garap bersama-sama urusan ekonomi," pungkasnya.

--- Redem Kono

Komentar