Breaking News

INTERNASIONAL UEA Resmi Buka Kantor Kedutaan di Tel Aviv 15 Jul 2021 11:39

Article image
Presiden Israel Isaac Herzog (kiri), berjabat tangan dengan Dubes UEA untuk Israel Mohamed Al Khaja saat upacara pembukaan Kedubes UEA di Tel Aviv, Israel, Rabu (14/7/2021). (Foto: The Associated Press)
Israel dan UEA secara resmi menjalin hubungan diplomatik tahun lalu setelah puluhan tahun menjalin hubungan rahasia.

JERUSALEM, IndonesiaSatu.co -- Uni Emirat Arab (UEA) secara resmi membuka kedutaan besarnya di Israel pada Rabu. Sebagagaimana ditulis The Associated Press,  UEA meresmikan kantor diplomatiknya di Tel Aviv kurang dari setahun setelah kedua negara mengumumkan akan menjalin hubungan terbuka.

Berbicara pada upacara tersebut, Presiden Israel Isaac Herzog mengatakan pembukaan kedutaan adalah “tonggak penting dalam perjalanan kita bersama menuju masa depan perdamaian, kemakmuran dan keamanan untuk Timur Tengah.”

Peresmian kedutaan Emirat terjadi dua minggu setelah Israel memotong pita di kedutaannya di Abu Dhabi selama kunjungan Menteri Luar Negeri Yair Lapid ke UEA pada bulan Juni.

Israel dan UEA secara resmi menjalin hubungan diplomatik tahun lalu setelah puluhan tahun menjalin hubungan rahasia. Kedua negara menandatangani perjanjian normalisasi yang ditengahi AS di halaman Gedung Putih pada bulan September, dan banyak kesepakatan ekonomi dan kerjasama bilateral di bulan-bulan sejak itu.

Kedutaan Besar UEA terletak di menara yang sama dengan bursa saham Israel di jantung kawasan bisnis Tel Aviv. Sebagian besar negara mempertahankan kedutaan di Tel Aviv karena status Yerusalem yang disengketakan - salah satu masalah paling sulit dalam konflik Timur Tengah. AS memindahkan kedutaannya ke Yerusalem pada tahun 2018, dan beberapa negara telah mengikutinya.

Israel merebut Yerusalem timur dalam perang Timur Tengah 1967 dan kemudian mencaploknya dalam sebuah langkah yang tidak diakui oleh sebagian besar masyarakat internasional. Kota ini adalah pusat parlemen Israel, Mahkamah Agung dan banyak kantor pemerintah. Palestina mencari Yerusalem timur sebagai ibu kota negara merdeka di masa depan.

Duta Besar UEA untuk Israel, Mohamed Al Khaja, mengatakan kepada wartawan bahwa kedutaan akan menjadi “pangkalan bagi tugas kami untuk terus membangun kemitraan baru kami, untuk mencari dialog, bukan perselisihan, untuk membangun paradigma baru perdamaian dan untuk memberikan model untuk pendekatan kolaboratif baru untuk resolusi konflik di Timur Tengah.”

--- Simon Leya

Komentar