Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

PENDIDIKAN UGM Juarai CIMB ASEAN Stock Challenge dan Raih Hadiah US$12.000 15 Jan 2018 16:54

Article image
Presiden DIrektur CIMB NIaga menyerahkan hadiah kepada Tim Management asal UGM sebagai pemenang di ajang ASC 2.0, Senin (12/1/2018). (Foto: ist)
ASC 2.0 menyertakan dua fitur baru –perdagangan dengan platform selular dan analitika prediktif– untuk menguji kemahiran peserta membuat analisa dan memanfaatkan perangkat digital terkini sehingga mereka dapat lebih cepat dan cerdas memilih saham.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Tim “Management” dari Universitas Gadjah Mada meraih gelar Juara Regional CIMB ASEAN Stock Challenge 2.0 (ASC 2.0), sehingga berhak memenangkan uang tunai US$12.000 dan study tripke Tokyo Stock Exchange.

Pada tahun ke-8 penyelenggaraannya, ajang Challengeberganti nama menjadi ASC 2.0 dan menyertakan dua fitur baru –perdagangan dengan platform selular dan analitika prediktif– untuk menguji kemahiran peserta membuat analisa dan memanfaatkan perangkat digital terkini sehingga mereka dapat lebih cepat dan cerdas memilih saham.

Tim “Management”, menjadi yang terbaik di antara 3.727 tim mahasiswa strata satu dari 200 perguruan tinggi di enam negara anggota ASEAN, lebih banyak 7% dibanding ajang terdahulu. Perdagangannya memanfaatkan uang tunai virtual secarareal-timedan berlangsung di lima bursa efek utama sekawasan: Bursa Malaysia, Bursa Efek Indonesia (BEI), Singapore Exchange (SGX), Stock Exchange of Thailand (SET) dan Hong Kong Stock Exchange (HKEX). Pada Babak Final, keenam tim finalis untuk tahap regional menyajikan strategi perdagangan masing-masing kepada juri, yang titik beratnya adalah perencanaan strategis danlangkah investasi dengan memperhatikan prospek jangka panjang dan fundamental yang kuat.

Tim “Liquidity Capital” dari National Unverstity of Singapore dinobatkan sebagai Juara Kedua, dan membawa pulang hadiah tunai US$8.000. Sebagai Juara Ketiga terpilih Tim “The Brilliant” dari The University of Cambodia yang mengantongi hadiah US$5.000, sementara Tim “TA” dari Management and Science University Malaysia, Tim “Ray Kim” dari Chiang Mai University Thailand, dan Tim “HIO” dari Politeknik Brunei berhasil keluar sebagai Juara Keempat, Kelima dan Keenam, dan memperoleh hadiah uang tunai masing-masing sebesar US$2.500, US$1.500, dan US$800.

Group Chief People Officer, CIMB Group, Dato' Hamidah Naziadin, mengatakan, CIMB mengemban tanggung jawab mengembangkan Asia Tenggara, dan ini mencakup pengembangan kaum muda dan sosok bertalenta di seluruh kawasan ekonomi ini.

“ASC 2.0 juga cara kami membuat warga muda kian sadar bahwa ASEAN berpotensi menunjang Asia yang diprediksi tumbuh kuat, dan bahwa digitalisasi –dalam hal ini perdagangan saham–terbilang mampu menghilangkan batas-batas dan menghadirkan peluang yang begitu besar namun belum termanfaatkan. Dimasukkannya fitur transaksi selular dan analitika data prediktif dalam lingkungan perdagangan antar-negara juga menunjukkan bahwa Challenge semakin matang dan berevolusi sehingga mahasiswa dapat merasakan pengalaman berharga melakukan perdagangan saham yang sesungguhnya," katanya di Jakarta, Senin (15/1/2018).

Banyak sekali kemajuan yang sudah dicapai Challenge sejak pelaksanaan perdananya pada 2010, ketika yang bertransaksi hanya tim-tim dari Malaysia dan yang diperdagangkan pun hanya saham-saham Malaysia. Pada ajang yang kedelapan, Brunei menjadi peserta untuk pertama kalinya, bergabung dengan mahasiswa strata satu dari Malaysia, Indonesia, Singapura, Thailand dan Kamboja.

Pada November 2017, diumumkan enam Juara Nasional di keenam negara ASEAN yang menjadi tempat penyelenggaraan Challenge. Pemenang diseleksi usai berlangsungnya pertandingan selama tiga minggu, dan tiga tim terbaik di masing-masing dari keenam negara dipilih berdasarkan persentase perolehan tertinggi. Ketiga tim terbaik dari setiap negara (Juara Nasional) selanjutnya menyerahkan makalah strategi dan yang strateginya paling bagus ditetapkan sebagai Pemenang Nasional. Dari strategi penjuriannya tampak bahwa fokus Challenge adalah memilih saham demi peningkatan keuntungan jangka panjangdanmodal, bukannya keuntungan jangka pendek.

Pada Babak Final, keenam Juara Nasional mempresentasikan strategi perdagangan yang mereka terapkan selama pelaksanaan kompetisi kepada dewan juri yang beranggotakan tim manajemen CIMB dari Malaysia, Singapura, Thailand, dan Indonesia, serta juri tamu dari BEI. Mahasiswa dinilai berdasarkan strategi investasi jangka pendek dan jangka panjang, kemampuan mereka memilih sahamdanmembuat keputusan berinvestasi, serta kemahiran mereka memanfaatkan data analisa prediktif.

--- Sandy Romualdus

Komentar