Breaking News

INTERNASIONAL Umumkan Normalisasi Hubungan Bahrain dan Israel, Trump: Ini Pencapaian Bersejarah 12 Sep 2020 10:13

Article image
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) dan Raja Bahrain Hamad bin Isa bin Salman al-Khalifa. (Foto: bbc.com)
Sementara itu, Palestina dikabarkan amat kecewa mengetahui Bahrain sepakat untuk melakukan normalisasi hubungan diplomatik formal dengan Israel.

WASHINGTON DC,  IndonesiaSatu.co -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kesepakatan antara Bahrain dan Israel untuk melakukan normalisasi hubungan bilateral. Dengan demikian, Bahrain menjadi negara Arab kedua setelah Uni Emirat Arab yang memiliki hubungan diplomatik formal dengan Israel dalam waktu 30 hari terakhir.

Disitir dari Spiegel Online, Sabtu (12/9/2020), kesepakatan normalisasi itu disampaikan Trump melalui akun Twitter-nya pada Jumat malam.

"Ini sebuah pencapaian bersejarah yang terjadi lagi. Dua sahabat baik kami, Israel dan Kerajaan Bahrain, telah sepakat untuk berdamai. Negara Arab kedua yang berdamai dengan Israel dalam 30 hari terakhir," ungkap Trump melalui akn Twitter resminya seperti dikutip dari Spiegel.de.

Pernyataan Trump menegaskan perubahan sikap Bahrain pada beberapa pekan lalu. Pada akhir Agustus silam, Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa menyatakan bahwa negaranya tidak akan mengikuti langkah Uni Emirat Arab untuk berdamai dengan Israel.

Saat itu Raja Hamad mengaku menolak normalisasi untuk menegaskan komitmen Bahrain mendukung Palestina, meski Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo turun tangan langsung untuk mengajaknya.

Sementara itu, Palestina dikabarkan sangat kecewa mengetahui Bahrain sepakat untuk melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.

Otoritas Palestina menyatakan, sikap Bahrain merupakan bentuk pengkhianatan terbaru terhadap Palestina setelah sebelumnya mereka sudah dikhianati dengan normalisasi hubungan antara Uni Emirat Arab dengan Israel.

"Kembali terjadi pengkhianatan terhadap upaya Palestina. Melalui normalisasi dengan Israel, Bahrain melanggar semua resolusi Arab," ungkap Wassel Abu Youssef, tokoh senior di Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Sabtu (12/9/2020).

Menurut Palestina, jika negara yang melakukan normalisasi dengan Israel semakin banyak, maka pengaruh Israel akan semakin kuat dalam sengketa wilayah kedaulatan dengan Palestina.

Pada pertemuan Liga Arab yang berlangsung beberapa hari lalu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah mengupayakan komitmen negara-negara Arab untuk tidak mengikuti langkah Uni Emirat Arab.

Akan tetapi, mayoritas peserta Liga Arab menolak permintaan Abbas dan menjadi pertanda normalisasi antara negara-negara Arab dan Israel akan sulit dihindarkan.

--- Rikard Mosa Dhae