Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

HUKUM Undang Tokoh Lintas Lembaga, KSP Moeldoko Bicara Pencegahan Korupsi 06 Mar 2018 05:56

Article image
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. (Foto: Ist)
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dalam sambutannya menegaskan, komitmen Presiden Jokowi terhadap pemberantasan korupsi tidak pernah surut satu jengkal pun.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Guna mendorong terciptanya sistem kolaborasi pencegahan korupsi yang lebih efektif itu, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengundang sejumlah tokoh lintas lembaga untuk mendiskusikan hal itu, di Bina Graha, Jakarta, Jumat (2/3/2018) lalu.

Tokoh-tokoh yang terlibat dalam diskusi itu antara lain Prof. Dr. Jimly Ashiddiqie, S.H. (mantan Ketua Mahkamah Konstitusi), Dr. Bivitri Susanti (Dosen Universitas Indonesia), Sri Wahyuningsih (Kementerian Dalam Negeri), Prahesti Pandanwangi (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional), dan pejabat dari Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dalam sambutannya menegaskan, komitmen Presiden Jokowi terhadap pemberantasan korupsi tidak pernah surut satu jengkal pun.

Dalam berbagai kesempatan, Presiden juga meminta supaya pemberantasan korupsi mengedepankan aspek pencegahan demi mendorong terwujudnya pemerintahan yang bersih.

“Berbagai kasus korupsi yang melibatkan para pejabat di tingkat pusat maupun daerah, menjadi indikator kasat mata betapa pentingnya upaya pencegahan yang lebih efektif,” ungkap Moeldoko.

Untuk itu, Moeldoko berharap pertemuan dan koordinasi dengan beberapa kementerian dan lembaga itu bisa mendorong terciptanya sistem kolaborasi pencegahan korupsi yang lebih efektif.

Kepala Staf Kepresidenan itu meyakini, jika ada kemauan dari setiap pihak yang menangani masalah ini, pasti ada jalan untuk mengurai benang merah.

“KSP akan mengurai benang merah ini dengan berkoordinasi dengan Kementerian terkait,” ujar Moeldoko seraya menambahkan, setiap titik rawan korupsi harus dicegah bersama.

 

--- Redem Kono

Komentar