Breaking News
  • BI: penurunan suku bunga mendorong intermediasi perbankan
  • BI: penurunan suku bunga sudah perhitungkan FFR
  • Perusahaan China bidik sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia
  • Petambak Lombok berpenghasilan Rp20 juta per bulan
  • Tiga BUMN kembangkan pelabuhan dukung Tol Laut

PENDIDIKAN Unflor Ende Kukuhkan 1141 Wisudawan 11 Sep 2017 11:16

Article image
Seremoni pengukuhan 1141 wisudawan/wati Universitas Flores (Unflor) Ende. (Foto: ist)
Rektor Unflor Prof. Stephanus Djawanai mengharapkan agar para wisudawan/wati mampu menjadi pelopor pembangunan di tengah kehidupan sosial-masyarakat dengan mengedepankan aspek dan nilai budaya.

ENDE, IndonesiaSatu.co -- Pergururuan Tinggi Swasta, Universitas Flores (Unflor) Ende, Sabtu (9/9/2017) pukul 08.00 Wita, resmi mengukuhkan 1141 wisudawan/wati dari 6 fakultas dan 14 program studi bertempat di Auditorium H.J. Gadi Djou.

Kepada awak media, ketua panitia acara wisuda, Willy Lanamana menerangkan bahwa acara didahului dengan perarakan secara etnis budaya Ende-Lio oleh para penari dari sanggar seni Unflor Ende.

"Acara diawali dengan pertunjukan budaya bernuansa etnik Ende-Lio sebelum para dosen, wisudawan/wati serta orang tua memasuki ruangan acara. Nuansa etnis budaya selalu menjadi kekhasan setiap kali ada kegiatan formil akademik termasuk acara wisuda ini," ungkap Willy.

Ia menjelaskan bahwa para wisudawan/wati yang sudah memenuhi ketentuan akademis dan sudah mengikuti yudisium akhir sebanyak 1141 orang dari 6 fakultas dan 14 program studi.

"Pada gelombang ini, lulusan terbanyak berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebanyak 273 orang. Sementara program studi Matematika sebanyak 176 orang; program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia sebanyak 172 orang dan program studi Pendidikan Sejarah sebanyak 161 orang. Sedangkan lulusan paling sedikit dari Fakultas Ekonomi program studi Ekonomi Pembangunan hanya 6 orang," jelasnya.

Dalam orasi ilmiahnya, Josef A. Gadi Djou menegaskan bahwa para mahasiswa yang berhasil diwisuda dan dikukuhkan menjadi sarjana telah melewati berbagai proses dan tuntutan akademis hingga tahap yudisium.

"Di tengah kompetensi dan ketentuan akademik, para mahasiswa tetap menunjukkan komitmen yang gigih sehingga berhasil meraih gelar sarjana. Ini merupakan prestasi sekaligus motivasi bagi para mahasiswa yang lain agar terus menjaga dan meningkatkan kualitas kampus melalui torehan prestasi di berbagai fakultas dan program studi yang diambil. Jadilah Sarjana yang mau mengabdi dengan tetap menjaga nilai-nilai moral yang baik di tengah masyarakat dan lingkungan di mana anda berkarya," katanya.

Sementara Rektor Unflor, Stephanus Djawanai mengharapkan agar para wisudawan/wati mampu menjadi pelopor pembangunan di tengah kehidupan sosial-masyarakat dengan mengedepankan aspek dan nilai budaya.

"Kedepankan aspek dan nilai budaya saat anda berkarya di tengah masyarakat. Jadilah pelopor pembangunan di segala bidang sesuai kompetensi ilmu yang diperoleh dengan tetap menjunjung tinggi kultur budaya, etika, moral dan tanggung jawab sosial. Jadilah prestasi akademik ini sebagai sarana dedikasi di tengah tantangan lapangan pekerjaan yang semakin kompetitif," harapnya.

Usai dikukuhkan dengan gelar sarjana, kepada media ini Beatriks Aran mengungkapkan rasa bangga dan bahagianya karena telah menyelesaikan tahap akhir akademik.

"Tentu bangga dan bahagia karena telah menyelesaikan tanggung jawab akademis sebagai mahasiswa. Semuanya berkat dukungan orang tua, bimbingan dan arahan para dosen, serta bantuan teman-teman yang selalu memberikan motivasi dan kritik yang positif. Akhirnya, berkat komitmen pribadi dan kerja keras, semua keresahan dan kesulitan dapat diatasi. Prestasi ini menjadi bekal yang berarti untuk selanjutnya mulai masuk dalam dunia kerja. Prinsipnya harus ada pengalaman kerja sejauh ada kesempatan kerja sambil terus belajar dari pengalaman," kata Beatriks yang mengaku aktif di organisasi selama kuliah ini.

 

--- Guche Montero

Komentar