Breaking News
  • Banjir landa 21 kelurahan di Tebing Tinggi
  • Imigrasi Ngurah Rai beri "exit pass" seminggu bagi wisman
  • Jokowi: Kawasan GBK Harus Jadi Ruang Publik Bagi Masyarakat
  • PVMBG: gas SO2 Gunung Agung menurun
  • Sebanyak 50 ton ikan Danau Maninjau mati

PENDIDIKAN Universitas Mercu Buana Sabet Penghargaan di Seoul International Invention Fair 03 Dec 2017 09:19

Article image
Mahasiswa fakultas teknik Universitas Mercu Buana. (Foto: ist)
Produk inovasi tersebut merupakan suatu biopolimer yang dapat digunakan untuk membuat baterai serta sel bahan bakar hidrogen sebagai sumber energi terbarukan.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Universitas Mercu Buana di Jakarta meraih medali emas dan beberapa penghargaan lainnya pada kompetisi inovassi internasional, Seoul International Invention Fair (SIIF) 2017, yang digelar oleh Perhimpunan Penemuan Korean (Korea Invention Promotion Association/KIPA) pada 30 November hingga 3 Desember 2017 di Seoul, Korea Selatan.

Dosen Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana, Sagir Alva, melalui keterangan resmi, Sabtu (2/12) menyebutkan bahwa kelompok inovasi perguruan tingginya itu meraih medali emas untuk produk "Nata de Coco Electrolyte Membrane".

Produk inovasi karya Sagir Alva, yang juga Kepala Program Studi Pasca Sarjana Teknik Mesin, tersebut merupakan suatu biopolimer yang dapat digunakan untuk membuat baterai serta sel bahan bakar hidrogen sebagai sumber energi terbarukan.

Inovasi Mercu Buana lainnya meraih dua medali perak untuk produk bernama "Jackpack", yakni jaket dua fungsi sebagai pelindung tubuh dan tas karya Yullia Puspitasari dan timnya, serta Polygonal MIMO Antena yang mampu memperepat proses pengiriman data karya Profesor Mudrik dan Julpri Andika.

Tim inovasi Universitas Mercu Buana juga meraih tiga penghargaan istimewa (special award) yang diberikan oleh Universtas King Abdul Aziz untuk produk "Nata de Coco Electrolyte Membrane", Indian Innovators Association (Perhimpunan Penemu India) untuk produk MIMO Antena, serta Lebanese Innovators Society (Masyarakat Penemu Lebanon) untuk "Jackpack".

Sagir Alva mengatakan bahwa keberhasilan yang telah dicapai oleh tim inovasi Universitas Mercu Buana tersebut merupakan harapan dari Rektor Universitas Mercu Buana, Arissetyanto Nugroho yang ingin menjadikan universitas itu sebagai univeristas swasta unggulan di tanah air serta sebagai universitas berbasis penelitian.

Menurut Direktur Kerja Sama Internasional dan Inovasi Universitas Mercu Buana, Prof. Darwin Sebayang ketiga produk inovasi tersebut layak mendapatkan penghargaan istimewa karena memiliki keunggulan dan keunikan dibandingkan produk inovasi lainnya.

SIIF merupakan salah satu kompetisi inovasi terbaik dan terbesar di Asia. SIIF 2017 diikuti oleh lebih dari 30 negara dari seluruh dunia dengan 633 produk inovasi.

--- Sandy Romualdus

Komentar