Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

INTERNASIONAL Untuk Pertama Kali, Kim Jong-un Akan Bertemu Trump 10 Mar 2018 14:46

Article image
Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.(Foto: The Guardian)
Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Trump siap bertemu Kim “sekitar Mei”, waktu dan tempat persis akan ditentukan.

WASHINGTON, IndonesiaSatu.co -- Presiden AS Donald Trump sudah menerima undangan dari Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, untuk mengadakan pertemuan puncak yang tidak pernah terjadi sebelumnya untuk membahas masa depan program rudal dan nuklir.

Hal ini menjadi suatu perkembangan yang menakjubkan setelah berbulan-bulan terjadi ketegangan dan pameran kekuatan perang. Kepastian pertemuan dua pemimpin yang akhir-akhir ini terlibat perang urat saraf menyusul kedatangan pejabat senior Korea Selatan  ke Gedung Putih. Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Trump siap bertemu Kim “sekitar Mei”, waktu dan tempat persis akan ditentukan.

Bila jadi dilaksanakan, maka ini menjadi pertemuan pertama antara pemimpin dua negara. Pyongyang sebenarnya sudah lama berikhtiar untuk melakukan pertemuan puncak dengan AS. Bill Clinton hampir menyetujui pertemuan dengan ayah Kim, Kim Jong-il, pada 2000, tapi jadwalnya tidak dibuat hingga dia keluar dari Gedung Putih pada Januari 2001.

Pejabat resmi AS sebagaimana dilaporkan The Guardian (9/3/2018) menggambarkan undangan tersebut sebagai kemenangan kebijakan “tekanan maksimum” yang dibuat Trump dan menegaskan bahwa AS tidak main-main dengan sanksi yang sudah dijatuhkan. Seorang pejabat senior mengatakan Trump “tidak disiapkan untuk memberikan reward kepada Korea Utara atas pertemuan tersebut”.

Pak Song-il, Duta Besar Korea Utara untuk PBB memuji Kim atas “pandangan yang luas” dan keputusan yang berani sebagaimana dilaporkan Washington Post. Dia menyarankan AS untuk memberikan sumbangan bagi perdamaian dengan membawa “posisi yang tulus dan sikap yang serius”.

Moon Jae-in, Presiden Korea Selatan memuji kemungkinan pertemuan sebagai “tonggak sejarah” di jalan menuju perdamaian semenanjung.

Trump sendiri menegaskan lewat akun Twitter-nya bahwa sanksi AS tetap berlaku sampai terjadi kesepakatan tentang denukliriasi.

Perkembangan diumumkan oleh Direktur Keamanan Nasional Korea Selatan Chung Eui-yong, didampingi Kepala Intelijen Suh Hoon dan Cho Yoon-je, Dutas Besar Korsel untuk AS.

Undangan, kata Chung, disertai tawaran untuk menunda percobaan rudal dan nuklir.

Chung diharapkan memimpin delegasi ke Moscow dan Beijing, sementara Suh akan berkunjung ke Tokyo. Juru bicara Menteri Luar Negeri China mengatakan Beijing gembira dengan “signal positif” sementara Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengatakan pertemuan Trump-Kim akan menjadi “satu langkah di arah yang tepat”.

--- Simon Leya

Komentar