Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

REFLEKSI Usia Kronologis Versus Usia Biologis 22 Jul 2018 13:19

Article image
Foto ilustrasi tentang usia kronologis vs usia biologis. (Foto: Hindustan Times)
Kita semua pasti menua. Itu proses alamiah yang tak terelakkan. Namun, kita bisa memilih untuk hidup secara sehat, bahagia dan kuat-perkasa pada usia berapapun dengan tetap menjaga pola hidup yang berkualitas prima.

Oleh Valens Daki-Soo

 

Suatu hari, beberapa bulan lalu, karena rasa ingin tahu saya mengecek usia biologis saya. Seorang petugas di sebuah pusat kebugaran di kawasan SCBD Jl. Soedirman Jakarta memeriksa saya dengan suatu alat. Alhasil, usia biologis saya 34 tahun, padahal usia saya sesungguhnya 40-an bahkan jelang 50 tahun.

Mulanya saya pikir alat itu "salah nilai" alias "salah ukur", tetapi setelah dijelaskan oleh petugas, baru saya lebih memahami apa latar dan sebabnya.

Usia yang tercatat di KTP Anda disebut  "usia kronologis", artinya dihitung sejak Anda lahir ke dunia fana ini. Sedangkan "usia biologis" adalah usia tubuh Anda yang riil. Boleh jadi usia biologis Anda lebih muda ataupun lebih tua dari usia kronologis Anda. 

Jadi, kalau hari ini usia kronologis Anda 25 tahun, bisa saja usia biologis Anda 40 atau bahkan 60 tahun. Atau, usia kronologis Anda sudah 60, namun usia biologis Anda masih 40 tahun.

Menurut sebuah artikel yang ditulis di klikdokter.com, "Proses penuaan adalah hal lumrah yang dialami oleh semua orang. Setelah usia 30 tahun, bentuk, komposisi, dan fungsi organ-organ dalam tubuh akan mulai mengalami penurunan. Namun tidak semua orang mengalami penuaan dalam kecepatan yang sama. Jika seseorang mengalami proses penuaan yang lebih cepat, maka usia biologisnya akan lebih besar daripada usia kronologisnya."

Artikel tersebut menguraikan, perubahan yang terjadi di dalam tubuh antara lain menurunnya massa otot, meningkatnya komposisi lemak, menurunnya metabolisme, penurunan frekuensi denyut jantung, penurunan massa tulang, peningkatan tekanan darah, berkurangnya kelenturan otot, menurunnya kapasitas oksigen paru-paru, serta penurunan fungsi motorik dan koordinasi.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi cepat atau lambatnya proses penuaan. Proses tersebut bisa dipercepat oleh proses inflamasi atau peradangan di dalam tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa kecepatan proses penuaan ditentukan oleh genetik sebesar 25-35%. Sisanya tergantung dari pola hidup Anda sehari-hari.

Nah, saya menduga pola hidup atau gaya hidup harian inilah yang menjadi problem bagi banyak orang. Gaya hidup yang mempercepat penuaan adalah suka merokok, malas bergerak alias jarang berolahraga, hobi santap makanan yang tidak/kurang bergizi (misalnya makanan cepat saji atau "fast food"), doyan minum alkohol, tidak pandai mengelola stres.

Sebaliknya, gaya hidup yang memperlambat penuaan adalah kebalikan dari pola hidup negatif di atas. Jika Anda suka berolahraga, tidak suka merokok, gemar makan buah dan sayuran, jarang makan daging, selalu mampu mengatasi aneka stres, juga memberi waktu bagi diri Anda untuk mengalami rileksasi dan ketenangan melalui doa, meditasi, yoga dan praktik spiritual lainnya, niscaya usia biologis Anda lebih muda dari usia kronologis yang tertera di KTP.

Memang, kita semua pasti menua. Itu proses alamiah yang tak terelakkan. Namun, kita bisa memilih untuk hidup secara sehat, bahagia dan kuat-perkasa pada usia berapapun dengan tetap menjaga pola hidup yang berkualitas prima.

Kehidupan yang baik, sehat dan indah ditandai oleh, antara lain, kemampuan mengolah daya-daya diri agar segalanya berjalan selaras dan seimbang.

 

 

Penulis adalah penikmat psikologi, Chairman PT Veritas Dharma Satya (VDS), Pendiri dan Pemimpin Redaksi IndonesiaSatu.co

Komentar