Breaking News

AGAMA Uskup Agung Ende Pimpin Ekaristi HUT Paroki Wolowaru ke-80 Tahun 24 Jun 2019 01:19

Article image
Uskup Agung Ende, Vinsentius Potokota memimpin perayaan ekaristi HUT Paroki Wolowaru ke-80 Tahun. (Foto: Vikar Laka)
"Mari memaknai iman dan semangat kekristenan kita dengan kebajikan, berbela-rasa, dan kasih," ajak Uskup Sensi.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Uskup Agung Ende, Mgr. Vinsentius Sensi Potokota, Pr memimpin perayaan ekaristi dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Paroki Hati Amat Kudus Yesus Wolowaru ke-80 Tahun, Minggu (23/6/19) pagi Wita.

Perayaan Ekaristi berlangsung dalam nuansa inkulturasi. Sejak prosesi pembukaan, Uskup Agung beserta para imam konselebran diiringi dengan tarian khas Lio serta musik liturgi dengan lagu-lagu daerah setempat menuju Altar perayaan.

Adapun Tema perayaan ekaristi: "Jadilah Anggota Gereja yang Injili, Mandiri, Solider dan Misioner."

Dalam homilinya, Uskup Sensi menegaskan bahwa tema perayaan merupakan spirit utama gereja sebagai suatu persekutuan.

"Kita semua dipanggil dengan spirit dan semangat untuk menjadi pewarta Sabda Tuhan, mandiri, siap berbagi (solider) serta berani menjadi saksi kebenaran dan keadilan dalam terang misi. Itulah spirit dan kekuatan gereja sebagai suatu persekutuan," kata Uskup Sensi.

Uskup Sensi menerangkan bahwa dalam perkembangan sejarah yang teramat panjang, gereja Katolik harus sungguh membuka diri (universal) terhadap setiap gejolak perkembangan. Meski demikian, Uskup mengajak agar gereja-gereja lokal, khususnya di wilayah Keuskupan Agung Ende, untuk tetap berjalan dalam semangat solidaritas, toleransi antar-umat beragama, inklusif, serta menjadikan Ekaristi sebagai tujuan dan puncak penghayatan iman.

"Hanya melalui dan dalam Ekaristi, kita menemukan persekutuan hidup dalam Tuhan, puncak iman dan kekristenan kita. Kita patut bersyukur atas usia berlian (80 tahun) sejarah Paroki kita. Tentu, ada banyak tantangan. Namun, kita selalu yakin bahwa Tuhan sendirilah yang menjadi fondasi persekutuan iman kita," ajaknya.

Uskup Sensi mengharapkan agar momen berahmat tersebut semakin menumbuhkan kesadaran iman umat mulai dari Kelompok Basis, Lingkungan/Stasi, hingga Paroki, untuk bersama-sama berperan aktif dalam kehidupan menggereja guna kemajuan gereja universal.

"Selalu ada kerinduan akan sebuah bangunan persekutuan yang kokoh, solid dan utuh. Itulah misi kekristenan kita. Kita menyaksikan berbagai dinamika perkembangan zaman terutama arus informasi dan teknologi yang semakin canggih. Namun, kita dituntut untuk tidak terlena dengan segala kenikmatan, kemudahan yang membuat kita lupa diri bahkan mengabaikan cara hidup kita sebagai seorang Kristen. Kita harus mampu mengendalikan setiap godaan duniawi; manjadi teladan untuk diri kita, keluarga dan komunitas kita masing-masing," ajak Uskup.

Dalam bahasa daerah setempat, Uskup juga mengajak agar di tengah konteks keanekaragaman dan situasi sosial, semangat toleransi harus tetap dirawat.

"Spirit solider berarti siap berbagi, berkorban, saling melengkapi dan hidup berdampingan di tengah perbedaan. Mari memaknai iman dan semangat kekristenan kita dengan kebajikan, berbela-rasa, dan kasih," ajak Uskup di akhir homilinya.

Disaksikan media ini, Perayaan ekaristi dihadiri oleh ribuan umat Paroki. Perayaan berlangsung khidmat dan dimeriahkan oleh koor gabungan Paroki yang dimotori oleh Emaus choirs.

Kepada media ini, Pastor Paroki Wolowaru, P. Nikomedes Mere, SVD mengaku bangga dan bersyukur karena Yang Mulia Uskup Agung Ende berkenan hadir memimpin perayaan.

"Di tengah keterbatasan persiapan, akhirnya perayaan dapat berlangsung dengan aman, lancar dan meriah. Semua berkat dukungan dan partisipasi seluruh umat dalam menyukseskan perayaan ini. Inilah perayaan kebersamaan sehingga seluruh umat dari setiap lingkungan juga para pelajar dari setiap sekolah, turut ambil bagian dalam perayaan ini," kesan Pater Medes.

--- Guche Montero

Komentar