Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

POLITIK Utamakan Infrastruktur Luar Jawa, Jokowi Tidak Pikirkan Keuntungan Politik 08 Nov 2017 11:38

Article image
Presiden Jokowi ketika meninjau pembangunan jalan Trans-Papua. (Foto: Humas Setpres)
Presiden menegaskan bahwa keuntungan politik cepat dan besar bukanlah yang ia cari. Presiden mencari solusi atas masalah ketimpangan ekonomi di berbagai pulau Indonesia.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Presiden Jokowi mengakui bahwa kebijakan atau program kerja membangun infrastruktur terutama di luar Pulau Jawa jika ditinjau dari sisi politik tidak menguntungkan.

Mantan Gubernur DKI ini sadar bahwa ia akan meraup keuntungan politik jika membangun infrastruktur di wilayah Jawa.

"Saya ngerti kalau nyari imbal politiknya bagus ya bangun saja infrastruktur di Jawa," ujarnya ketika diwawancarai secara eksklusif oleh Tempo di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat, (3/11/2017) pekan lalu.

Presiden Joko Widodo juga menambahkan bahwa membangun infrastruktur di Jawa pun secara ekonomi juga lebih menguntungkan. Fokus membangun bagian utara dan selatan Jawa dengan biaya murah, kata Presiden Joko Widodo, pemerintah sudah bisa untung.

Namun, Presiden menegaskan bahwa keuntungan politik cepat dan besar bukanlah yang ia cari. Presiden mencari solusi atas masalah ketimpangan ekonomi di berbagai pulau Indonesia.

Ketimpangan di Indonesia, menurut Presiden Joko Widodo, sudah terlalu parah. Dan, dirinya percaya bahwa solusi jangka panjang atas masalah tersebut adalah perbaikan infrastruktur di daerah-daerah tertinggal dan perbatasan.

"Itu fundamental. Kalau mau enak, ya stabilisasi ekonomi, subsidi besarkan, bansos besarkan, beres. Nanti konsumsi menguat, daya beli menguat, rakyat juga senang. Tapi, resiko lah yang saya ambil," tegas Jokowi.

Komitmen pada infrastruktur tersebut sudah sering disuarakan Jokowi berkali-kali. Dalam rekomendasi hasil 'Rembuk Nasional 2017', Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta tak hanya jadi 'Panglima Infrastruktur'. Namun demikian, permintaan itu ditolak oleh Jokowi.

Jokowi menegaskan, saat ini pemerintah memang fokus melakukan pembangunan infrastruktur. Untuk itu dia rutin melakukan pengecekan pembangunan infrastruktur.

"Sekarang fokus infrastruktur di mana-mana, yang kita cek, awasi infrastruktur," kata Jokowi saat menghadiri acara Rembuk Nasional 2017 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (23/10/2017).

Terkait dengan permintaan jangan hanya menjadi 'Panglima Infrastruktur', Jokowi menolak hal itu. Dia menegaskan malah memang ingin fokus ke pembangunan infrastruktur.

"Tadi ada yang sampaikan jangan hanya jadi 'Panglima Infrastruktur'. Sekarang fokus di 'Panglima Infrastruktur' dulu, jangan berbelok ke yang lain," tegas Jokowi.

Jokowi menjelaskan, kenapa dia rutin mengecek pembangunan infrastruktur. Sebab dia ingin ada kontrol yang baik agar pembangunan berjalan.

--- Redem Kono

Komentar