Breaking News

HANKAM Valens Daki-Soo: Jangan Bebaskan Napi Koruptor! 04 Apr 2020 18:04

Article image
Valens Daki-Soo. (Foto: Dokpri VDS)
"Jangan bebaskan napi koruptor! Kalau sampai terjadi, inilah hal buruk yang yang seharusnya kita hindari; bukan menemukan solusi, namun justru menambah masalah di atas masalah," sorot Bung Valens.

NAGEKEO, IndonesiaSatu.co-- Wacana Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Laoly untuk membebaskan para narapidana (napi) koruptor dari penjara dengan alasan kemanusiaan dan demi mencegah penularan virus corona, justru dinilai sebagai kebijakan kontraproduktif dan kontroversial.

Sorotan dan kecaman kritis diutarakan Valens Daki-Soo (VDS) kepada IndonesiaSatu.co, Jumat (3/4/20).

"Secara pribadi, saya tidak sepakat dan menentang rencana (wacana) Menkumham, Yasonna Laoly untuk membebaskan para napi koruptor dari penjara. Bukankah penjara merupakan tempat yang lebih aman bagi mereka (napi, red) dari virus corona dengan melakukan sterilisasi penjara dari segala kunjungan siapapun?" sorot tokoh NTT yang akrab disapa Bung Valens ini.

Tenaga Ahli Staf Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Intelijen yang sejak tahun 2016 ditunjuk mendampingi Komjen Pol (Purn) Gories Mere ini menilai bahwa para napi koruptor merupakan pelaku kejahatan luar biasa.

"Seperti yang kita ketahui, korupsi bersama terorisme dan narkoba merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime). Sangat tidak bijak dan kontraproduktif jika ada wacana Menkumham untuk membebaskan mereka dengan alasan wabah Covid-19 ini," kata Pendiri VDS Group ini.

Bung Valens beralasan, begitu komplikatifnya masalah bangsa dan tak bisa dibayangkan jika napi teroris juga menuntut hak yang sama.

"Jangan bebaskan napi koruptor! Kalau sampai terjadi, inilah hal buruk yang yang seharusnya kita hindari; bukan menemukan solusi, namun justru menambah masalah di atas masalah. Ini lebih darurat dari alasan kemanusiaan terhadap bencana situasional (Covid-19). Semoga tidak terjadi, Salam NKRI," tutup Bung Valens.

--- Guche Montero

Komentar