Breaking News

INTERNASIONAL Wabah Corona Tewaskan 304 Orang, China Semakin Terisolasi 02 Feb 2020 13:44

Article image
Petugas medis China mengevakuasi seorang korban virus Corona. (Foto: AFP)
Wabah virus Corona menyebabkan China terisolasi dari dunia internasional karena hampir semua negara menghentikan interaksi manusia dari dan ke negara tersebut.

HONG KONG, IndonesiaSatu.co -- Jumlah korban tewas akibat wabah virus Corona di China mencapai 304 orang. Wabah virus tersebut ditengarai telah menyebar ke puluhan negara, baik Asia, Eropa, maupun Amerika.

Seperti dilansir Spiegel Online, Minggu (2/2/2020), jumlah korban meninggal dunia terbanyak ditemukan di Provinsi Hubei dengan ibu kota Wuhan, yang menjadi wilayah munculnya virus tersebut.

Sejauh ini, virus Corona diketahui telah menyebar ke sedikitnya 25 negara dan sekitar 130 kasus terdeteksi di luar China.

Secara keseluruhan dipastikan ada 14,300 kasus virus Corona, sebagian besar kasus tersebut ditemukan di berbagai tempat di China.

Sekitar 60 juta orang terisolasi di berbagai kota di China akibat wabah virus mematikan tersebut sekaligus sebagai langkah untuk mencegah penularan virus.

Wabah virus Corona juga menyebabkan China  yang terisolasi dari dunia internasional karena hampir semua negara yang berbatasan dengan China, di antaranya Rusia dan Korea Utara, telah menutup perbatasannya.

Puluhan maskapai penerbangan seperti Qantas, KLM SA, British Airways, Lufthansa, Virgin Atlantic, Lion Air, dan Malaysia Airlines telah menghentikan penerbangan ke China. Akibatnya, sekitar 100 ribu penerbangan telah ditangguhkan terbang ke dan dari China akibat wabah virus Corona.

Selain itu, puluhan perusahaan asing di China juga menghentikan aktivitas operasionalnya untuk sementara.

Perusahaan-perusahaan besar seperti Apple, Ikea, dan Starbucks telah menutup puluhan kantornya di China untuk mencegah penularan wabah virus Corona.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia telah memulangkan sekitar 145 WNI dari kota Wuhan, China. Warga Indonesia yang bermukim di Wuhan itu dijemput dengan pesawat khusus dan saat ini sedang dikarantina di Natuna, Kepulauan Riau, untuk menjalani pemeriksaan kesehatan secara intensif oleh tim dokter. 

--- Rikard Mosa Dhae