Breaking News

REGIONAL Walkot Semarang Tegaskan Tidak Ada Penolakan Gereja di Tlogosari Kulon 07 Aug 2019 11:13

Article image
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menjadi fasilitator pertemuan yang membahas polemik penolakan pendirian Gereja di Tlogosari Kulon. (Foto: RMPL)
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meyakinkan akan mengeluarkan IMB dalam tempo waktu 30 hari untuk memperbarui ijin yang lama.

SEMARANG, IndonesiaSatu.co -- Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan, tidak ada yang menolak pendirian gereja di Jalan Malangsari, Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan.

Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota yang akrab disapa Hendi itu usai memanggil sejumlah tokoh masyarakat untuk membahas polemik pembangunan gereja tersebut Selasa (6/8/2019. Sebelumnya ramai diberitakan adanya penolakan pendirian Gereja Baptis Indonesia (GBI).

Insya’Allah kita bisa meluruskan yang sedang viral, bahwa tidak benar warga Semarang menolak pendirian gereja, dan kita buktikan hari ini (kemarin),” kata wali kota yang juga politisi PDI Perjuangan itu.

“Pak Aziz yang mewakili masyarakat, dan Pak Wahyudi yang mewakili gereja hanya salah paham, sekarang semua telah bersepakat, pemerintah akan membantu izin, juga Kapolres, Dandim, Kepala Kemenag, dan FKUB akan mengawal pembangunan dengan baik,” tegasnya seperti diberitakan Radar Semarang.

Penegasan Hendi dibenarkan Pendeta GBI Tlogosari, Pdt. Wahyudi.

“Pak Hendi (Hendrar Prihadi) memberi solusi yang baik, menjamin akan mengeluarkan  IMB yang baru dan akan diberikan paling lama hanya satu bulan,” ujar PendetaWahyudi ketika ditemui serat.id, Selasa (6/8/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Hendi juga meyakinkan akan mengeluarkan IMB (izin mendirikan bangunan) dalam tempo waktu 30 hari untuk memperbarui izin yang lama.

“Dari kami mengurus KRK maksimal 15 hari, mengurus IMB maksimal 15 hari. Dengan begitu kan satu dengan yang lain tidak ada yang merasa dikalahkan, dan Alhamdulillah semua setuju. Saya rasa ini bisa menjadi role model,” jelas Hendi.

Senada, Aziz perwakilan masyarakat yang sempat disebut menolak pendirian gereja menceritakan jika permasalahan terjadi hanya karena miss komunikasi.

“Hanya karena miss komunikasi dan kurang komunikasi. Bagi kami sudah tidak perlu mempermasalahkan lagi,” ujarnya.

“Kami sepakat untuk menempuh jalur yang baik,” imbuh Aziz singkat.

Di sisi lain, Wahyudi, perwakilan gereja yang sempat dikabarkan ditolak pendiriannya memastikan tidak ada lagi permasalahan.

“Kami dengan Pak Aziz sudah sepakat tidak permasalahan, dan kami siap bersahabat,” terangnya. “Ini sudah difasilitasi Pak Wali Kota dengan sangat luar biasa, sehingga yang sempat memviralkan mohon bisa di-close,” harapnya,

Tidak adanya permasalahan terkait pendirian gereja di Kota Semarang juga ditegaskan oleh Dandim 0733/BS Zubaedi dan Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji .

“Saya berterima kash kepada Pak Wali Kota, karena setiap persoalan bisa diselesaikan dengan musyarawah. Kepolisian dan TNI bersinergi untuk mendukung kebijakan Pemerintah Kota Semarang,” tandas Abioso.

--- Simon Leya

Komentar