Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

INTERNASIONAL Wapres AS Tuding China Berupaya Pengaruhi Demokrasi Amerika 05 Oct 2018 13:06

Article image
Wakil Presiden AS Mike Pence. (Foto: AFP)
Ketegangan hubungan bilateral AS dan China meningkat sejak dimulainya perang dagang yang diinisiasi oleh Presiden Trump.

WASHINGTON DC, IndonesiaSatu.co -- Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence menuding pemerintah China berupaya memengaruhi opini publik dan dengan demikian ikut campur dalam demokrasi AS.

Seperti dilansir Huffingtonpost.de, Jumat (5/10/2018), hal tersebut diutarakan Pence dalam pidatonya di Hudson Institute, Washington DC, Kamis (4/10/2018).

Pence mengatakan, China memperlihatkan langkah-langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk memengaruhi opini publik Amerika saat ini.

Ia menambahkan, upaya China diduga akan terus berlanjut untuk mengarahkan orientasi publik menjelang pemilihan presiden 2020 mendatang.

Selain itu, Pence juga mengecam kebijakan militeristik China di kawasan Laut China Selatan dan Timur. Menurutnya, China mengabaikan peluang negosiasi dengan negara-negara yang juga memiliki hak dan kepentingan atas wilayah sengketa tersebut.

Lebih jauh, Pence mengecam “politik utang” China yang diterapkan di negara-negara miskin dan berkembang, terutama di Afrika, karena akan menimbulkan jebakan utang dan tekanan ekonomi di bawah dominasi China.

Upaya China memengaruhi berbagai negara agar menghentikan hubungan diplomatik dengan Taiwan juga menjadi poin yang dikritisi Pence.

Ketegangan hubungan AS dan China saat ini meningkat  sejak dimulainya perang dagang yang diinisiasi oleh Presiden Trump. AS memberlakukan tarif impor terhadap produk China, sebaliknya China juga mengenakan pajak impor atas produk Amerika.

--- Rikard Mosa Dhae