Breaking News

REGIONAL Warga Desa Niopanda Masih Tagih Janji JAL saat Reses DPRD Ende 04 Feb 2020 19:28

Article image
Anggota DPRD Dapil 3 Ende dari Partai PDI Perjuangan, Vinsen Sangu saat melakukan Reses di Kecamatan Kotabaru. (Foto: Dokpri VS)
Pemerintah daerah kabupaten Ende diharapkan tidak melupakan visi utama paket MJ soal Jalan, Air dan Listrik (JAL).

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Warga Desa Niopanda, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Ende masih menagih janji politik Marsel-Djafar (Paket MJ) terkait kebutuhan Jalan, Air dan Listrik (JAL).

Keluhan dan aspirasi tersebut diutarakan masyarakat Desa Niopanda saat mengikuti agenda Reses Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) khususnya di Daerah Pemilihan (Dapil) 3 pada awal Februari 2020.

Vinsen Sangu, Anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil 3 dalam rilis kepada media ini, Senin (3/2/20) mengaku keluhan dan aspirasi masyarakat Desa Niopanda masih berkutat seputar kebutuhan dasar yakni Jalan, Air dan Listrik (JAL) sesuai janji (politik) MJ.

Selain menagih ketiga kebutuhan dasar tersebut, masyarakat juga menyampaikan keluhan soal pendidikan, pertanian, kelautan dan perikanan, kesehatan, ekonomi, lingkungan dan kebencanaan.

Perjuangkan JAL

Terkait infrastruktur jalan, khususnya ruas jalan dari desa Loboniki ke Desa Niopanda dengan jarak kurang lebih 8 kilometer. Dari panjang jalan yang ada, satu kilometer sudah diaspal, kurang lebih 1 kilometer masih rabat biasa, selebihnya jalan tanah dan bebatuan yang dikerjakan secara gotong-royong oleh masyarakat setempat.

Kondisi inilah yang menyebabkan ruas jalan tersebut sulit dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua saat musim hujan.

Sementara kebutuhan air minum, tiga dusun  dari empat dusun yang ada di Desa Niopanda, ketersediaan air minum bersih masih sangat sulit diperoleh warga. Pasalnya, jaringan perpipaan yang ada saat ini, banyak yang sudah rusak dan mengandalkan perbaikan seadanya seperti mengikat atau menambal pipa dengan menggunakan karet binen sepeda motor di titik-titik yang pipanya patah, berlubang dan pecah.

Tentu upaya yang dilakukan ini tidak bertahan lama terutama di musim hujan. Kendala lain di sektor ini yakni debit air yang kecil sekalipun musim hujan. Praktis dengan kondisi perpipaan yang sudah berkarat dan banyak yang rusak, sehingga pasokan ketersediaan air untuk warga di 3 dusun khususnya dusun Tanadedu sangat sulit didapat.

Sementara di sektor listrik, hingga kini 3 dusun yang ada di desa Niopanda belum kebagian menikmati misi indah pemerintah Republik Indonesia terkait Indonesia Terang.

Bagi warga Desa Niopanda, kerinduan akan kehadiran listrik ini bagaikan kerinduan keluarga akan hadirnya bayi yang sedang dikandung oleh seorang ibu.

Warga berharap agar pemerintah, khususnya PLN mampu dan segera memenuhi kerinduan dan harapan masyarakat Desa Niopanda ini. Sementara terkait lokasi, lahan dan tanaman perkebunan maupun tanaman pertanian yang ada, masyarakat tidak berkeberatan guna pemasangan kabel dan tiang listrik sehingga menjangkau hingga ke kampung adat Niopanda.

Pemerintah Tidak Tutup Mata

Mencermati berbagai keluhan dan aspirasi warga, Vinsen Sangu pada kesempatan reses perdananya sebagai Anggota DPRD Dapil 3 tersebut mengharapkan agar pemerintah daerah kabupaten Ende tidak melupakan visi utama paket MJ soal Jalan, Air dan Listrik (JAL) ini.

"Sejalan dengan tujuan Reses ini, saya berkomitmen untuk terus memperjuangkan semua aspirasi ini dengan terus membangun komunikasi politik baik lintas Fraksi maupun lintas Komisi yang ada di DPRD demi peningkatan kesejahteraan rakyat melalui progran dan kegiatan yang merata dan menyentuh langsng kehidupan rakyat," kata Ketua Komisi 3 DPRD Ende ini.

Politisi muda ini berharap agar pemerintah dapat memberikan perhatian prioritas pada wilayah-wilayah terpencil dan terisolir sehingga rakyat sungguh merasakan kehadiran Negara secara nyata di tengah kondisi kesenjangan yang mereka alami.

"Negara wajib hadir memberikan solusi di tengah rakyat kecil yang masih terisolir tanpa harus mengurai tiap soal yang dihadapi rakyat, terutama membuka isolasi dan meretas keterbelakangan melalui program dan kegiatan yang memenuhi hak-hak warga. Negara masih jauh dari upaya memberantas kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat," tutup Vinsen.

--- Guche Montero

Komentar