Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

NASIONAL Wasekjen PDIP: Bangun Bangsa Bagian dari Iman 02 Jun 2018 20:36

Article image
Waseksen PDIP Utut Adianto. (Foto: Ist)
Mencintai bangsa artinya selalu menjaga kerukunan masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan negara.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Kiprah membangun bangsa dan Negara Indonesia sebagai bentuk cinta bangsa dan negara merupakan bagian dari iman.

Penegasan ini disampaikan Wakil Ketua DPR RI Utut Adianto yang juga Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan ketika memberikan sambutan pada Pengajian Kebangsaan yang diselenggarakan Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) di kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jumat (2/6/2018) malam.

"Mencintai bangsa artinya selalu menjaga kerukunan masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan negara," ujar Utut Adianto.

Menurut Utut, pengajian yang diselenggarakan Ormas PDI Perjuangan ini dinilai memiliki makna penting, karena bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni serta bertepatan dengan malam Nuzulul Qur'an pada malam ke-17 Ramadhan.
     
Pada pengajian ini, Bamusi mengundang majelis ta'lim ibu-ibu di sekitar Lenteng Agung Jakarta Selatan serta ratusan anak yatim-piatu dari sejumlah  Yayasan Yatim piatu di Jakarta.
     
Menurut Utut Adianto, Indonesia yang secara geografis sangat luas dan masyarakatnya beragam tapi menjadi satu dan kuat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), karena memiliki Pancasila sebagai ideologi bangsa".

"Nilai-nilai luhur Pancasila mampu merekatkan keragaman bangsa Indonesia dan sejalan dengan kehidupan beragama di Indonesia," kata Utut.
     
Sementara itu, Syekh Shohibul Faroji Azmatkhan yang jadi penceramah pada Pengajian Kebangsaan tersebut menjelaskan, tentang Pancasila sebagai buah hasil pemikiran panjang Soekarno.
     
Dalam pandangan Shohibul Faroji Azmatkhan, Pancasila dirancang berdasarkan intisari dari nilai-nilai yang terkandung dalam kelima kitab yang menjadi pedoman oleh 5 agama di Indonesia.
     
Shohibul Faroji Azmatkhan menegaskan, Pancasila yang mengandung nilai-nilai luhur tidak perlu lagi diperdebatkan apalagi jika sampai dilawan.  

"Pancasila yang menjadi perekat bangsa Indonesia. Umat Islam seharusnya bersyukur Indonesia memiliki Pancasila. Kalau ada umat Islam yang menentang Pancasila, dia perlu belajar lagi mendalami Islam," katanya.
     
Faroji Asmatkhan berharap toleransi dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk ini menjadi harga mati yang harus dipertahankan.
     
Menurut dia, umat Islam yang mayoritas, tidak boleh memaksakan kehendak tapi wajib menjaga toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.

 "Allah SWT sudah mengingatkan soal toleransi dalam surat Al-Kafirun, bagiku agamaku dan bagimu agamamu," katanya.

--- Redem Kono

Komentar