Breaking News

GAYA HIDUP Waspadai 10 Jenis Gangguan Tidur yang Membahayakan 21 Jan 2019 12:08

Article image
Ilustrasi sleep walking atau yang disebut juga dengan Somnabulisme. (Foto: Sleep Disorders Resource)
Insomnia merupakan gangguan tidur yang paling sering dialami oleh seseorang. Kelompok gangguan tidur ini dicirikan dengan gangguan yang berkaitan dengan waktu tidur dan kualitas tidur karena hal-hal emosional.

TIDUR berkualitas untuk melepas kelelahan merupakan dambaan bagi semua orang. Namun, tidak semua orang dapat menikmati tidurnya dengan baik. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang rela melakukan pengobatan dan terapi khusus hanya demi merasakan tidur yang berkualitas.

Berikut ini 10 gangguan tidur yang dapat membahayakan dan paling sering dialami seperti ditulis tentik.com.

  1. Catathrenia

Catathrenia adalah gangguan tidur dengan rintihan ketika bernafas. Pada umumnya, seseorang yang sedang tidur tersebut akan merintih dan tidak menyadarinya. Teman tidur yang menyadari rintihan tidur Anda pun dapat terganggu. Gangguan tidur ini tergolong langka dan mayoritas dialami oleh kaum pria.

  1. Sleep Talking

Berbicara saat tidur dapat dialami pada berbagai stase tidur bahkan dapat dialami oleh orang yang normal sekali pun. Sleep talking sering dianggap remeh. Hal ini disebabkan seseorang yang mengajak berbicara tersebut menilai bahwa sleep talking hanyalah kebiasaan tidur yang berbeda dari yang lainnya saja. Seseorang yang mengalami sleep talking pada umumnya akan berbicara saat tidur tanpa diketahui olehnya.

  1. Gangguan Tidur Jet Lag

Gangguan tidur jet lag terjadi ketika seseorang sedang bepergian atau melakukan perjalanan yang melewati dua hingga tiga zona waktu yang berbeda. Seseorang yang sedang mengalami gangguan tidur jet lag akan sulit untuk memasuki alam tidur. Tanda-tanda seseorang sedang mengalami jet lag adalah mengalami gangguan pencernaan dan kondisi fisik kesehatan yang menurun.

  1. Shift Work Disorder

Shift work disorder sering dialami oleh mereka yang sering bekerja pada shift malam hingga dini hari. Seseorang yang mengalami shift work disorder akan mengalami tidur siang yang berlebihan sepanjang hari. Akibatnya, banyak pekerja yang merasa bahwa kesehatan mereka menurun, sakit kepala, bahkan mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi.

  1. Mimpi Buruk

Pernahkan Anda tiba-tiba terbangun dari tidur karena baru saja mengalami kejadian menyeramkan yang seolah-olah nyata? Jika Anda pernah mengalami hal diatas, dapat dipastikan bahwa Anda baru saja mengalami mimpi buruk. Pada umumnya seseorang yang mengalami mimpi buruk dapat mengingat jelas mimpinya. Setelah tersadar, seseorang yang mengalami mimpi buruk tersebut dapat menyadari kembali lingkungannya.

  1. Night Terror

Seberapa sering Anda terbangun dari tidur dan kemudian tiba-tiba berteriak panik? Atau tiba-tiba Anda terbangun dengan tubuh yang bergetar dengan begitu hebatnya? Mungkin Anda harus menyadari betapa berbahayanya teror tidur atau night terror itu.

Night Terror dapat terjadi dalam rentang waktu 1-10 menit yang terjadi pada sepertiga malam. Seseorang yang mengalami night terror pada umumnya relatif sulit disadarkan.

  1. Sleep Walking

Secara medis, sleep walking disebut juga dengan Somnabulisme. Seseorang yang mengalami gangguan ini akan terbangun dari tempat tidur dan kemudian berjalan-jalan. Pada umumnya seseorang tersebut terbangun pada awal sepertiga malam. Individu juga akan tampak terbengong-bengong (seperti blank). Selain itu, individu tak merespon dan tak berpengaruh jika terdapat orang lain yang mengajaknya berkomunikasi.

Seseorang yang mengalami sleep walking juga susah dibangunkan. Ketika seseorang tersebut terbangun, ia tidak dapat mengingat kembali apa yang telah dialaminya.

  1. Gangguan Jadwal Tidur Jaga

Seseorang yang sedang mengalami gangguan jadwal tidur jaga memiliki ciri khas yang unik. Seseorang yang sedang mengalami gangguan tidur ini memiliki pola tidur yang berbeda dengan masyarakat setempat. Seseorang tersebut akan mengalami insomnia ketika orang lain pada umumnya terlelap. Begitu pula sebaliknya, ia akan mengalami hipersomnia ketika orang-orang sedang berjaga dan beraktivitas.

  1. Hipersomnia

Anda dapat dikatakan mengalami hipersomnia jika mengalami gejala berikut ini. Pertama, rasa kantuk yang berlebihan pada siang hari. Kedua, Anda merasakannya selama setiap hari dalam kurun waktu satu bulan. Ketiga, rasa kantuk yang Anda alami bukan akibat efek medis atau obat.

  1. Insomnia

Insomnia merupakan gangguan tidur yang paling sering dialami oleh seseorang. Insomnia sendiri termasuk gangguan dyssomnia. Kelompok gangguan tidur ini dicirikan dengan gangguan tidur yang berkaitan dengan waktu tidur dan kualitas tidur karena hal-hal emosional.

Gejala insomnia adalah sebagai berikut. Pertama, kesulitan untuk memulai tidur dan mempertahankannya. Kedua, terjadi minimal tiga kali seminggu minimal selama sebulan. Ketiga, tidak puas terhadap jumlah waktu tidur dan kualitas tidur. Seseorang yang mengalaminya akan merasa menderita dan berpengaruh pada pekerjaan serta kehidupan sosial.

 

--- Elisabeth Sylvie

Komentar