Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

KESEHATAN WHO Umumkan Dampak Partikel Plastik dalam Botol Air Kemasan Sembilan Negara, Termasuk Indonesia 16 Mar 2018 13:21

Article image
Seorang wanita mendorong kereta belanja melewati rak supermarket yang berisi botol air kemasan plastic di Los Angeles (15/3/2018). (Foto: cgtn.com)
Sampel plastik yang diidentifikasi sebanyak 93 persen, termasuk dari merek-merek terkenal seperti Aqua, Aquafina, Dasani, Evian, Nestle Pure Life, dan San Pellegrino.

NEW YORK, IndonesiaSatu.co -- Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) sudah mengumumkan evaluasi dampak mikroplastik (microplastics) dalam botol air terhadap kesehatan.

Pengumuman dilakukan menyusul temuan hasil studi di sembilan negara terhadap air kemasan botol dari merek ternama yang terkontaminasi partikel plastik yang terbawa selama proses pengemasan.

"Penyebaran kontaminasi" dengan plastik ditemukan dalam hasil studi yang dipublikasikan pada Rabu (14/3/2018). Penelitian dipimpin peneliti mikroplastik, Sherri Mason dari the State University of New York di Fredonia, demikian rangkuman rilis yang dikeluarkan Orb Media, media kolektif non profit yang berpusat di AS.

Informasi yang diperoleh dari pejabat resmi WHO mengatakan bahwa agen PBB akan mengevaluasi semua bukti yang ada.

"Publik tentu konsen apakah ini akan membuat mereka sakit pada jangka pendek atau jagka waktu lama," kata Bruce Gordon, Koordinator WHO yang menangani air dan sanitasi kepada BBC sebagaimana dikutip cgtn.com (16/3/2018).

Para peneliti mencoba 250 botol air di Brazil, China, India, Indonesia, Kenya, Lebanon, Mexico, Thailand, dan Amerika Serikat.

Sampel plastik yang diidentifikasi sebanyak 93 persen, termasuk dari merek-merek terkenal seperti Aqua, Aquafina, Dasani, Evian, Nestle Pure Life, dan San Pellegrino.

Plastik bekas yang diteliti termasuk polipropilen (polypropylene), nilon, dan polyethylene terephthalate (PET), yang digunakan sebagai penutup botol.

"Dalam studi ini, 65 persen partikel ditemukan dalam bentuk serpihan dan bukan serat (fiber)," kata Mason kepada wartawan.

"Saya kira ini (kontaminasi) terjadi melalui proses pengisian air ke dalam botol. Saya kira bahwa sebagian besar plastik yang kita lihat berasal dari botol itu sendiri, kontaminasi berasal dari penutup (botol), terjadi pada proses pengisian air ke dalam botol di pabrik."

Konsentrasi partikel berkisar antara "nol hingga lebih dari 10.000 partikel plastik dalam setiap botol," katanya kepada wartawan.

Merek lain yang ditemukan mengandung partikel plastik di antaranya Bisleri, Epura, Gerolsteiner, Minalba dan Wahaha.

Para pakar mewanti-wanti bahwa batas kontaminasi partikel plastik terhadap kesehatan manusia masih belum jelas.

"Ada hubungan peningkatan jenis kanker hingga menurunnya jumlah sperma yang mengakibatkan  attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) dan autisme," kata Mason.

"Kita tahu bahwa semuanya ada hubungan dengan kimia sintetis di lingkungan dan kita tahu bahwa plastik menghasilkan zat kimia yang masuk ke dalam tubuh kita."

--- Simon Leya

Komentar