Breaking News
  • 12 parpol lama lolos verifikasi faktual
  • 150 ton bahan narkoba asal China gagal masuk ke Indonesia
  • Eropa murka, siap jawab tantangan perang dagang Donald Trump
  • KM Pinang Jaya tenggelam di Laut Jawa akibat cuaca buruk
  • Presiden Jokowi masih pertimbangan Plt Gubernur dari Polri

MEGAPOLITAN William Yani: Program Anies-Sandi 'Ngambang' dan Membingungkan 12 Nov 2017 12:38

Article image
Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI, William Yani. (Foto: Ist).
"Itu (OK Trip) terintegrsinya seperti apa? Apa pake kartu apa uang cash, sistem penerapannya gimana, check and balance-nya? Kami anggota DPRD minta perincian secara jelas..."

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI William Yani menilai, hampir sebulan bermitra, DPRD DKI Jakarta masih kebingungan dengan program-program yang diusung Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno.

William pun meminta Anies-Sandi lebih detail menjelaskan programnya kepada dewan. "Program-program itu harus jelas, jangan semuanya ngambang," kata Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI William Yani, Sabtu (12/11) sebagaimana dilansir dari jpn.com.

Dia mengambil contoh program transportasi umum terintegrasi yang diberi label OK Trip. Sejauh ini yang digembar-gemborkan Anies-Sandi hanyalah program tersebut menjamin, dengan Rp 5000 warga Jakarta bisa naik semua angkutan umum ke mana saja. Sementara detail lainnya masih gelap.

Menurut Politisi PDI Perjuangan ini, Anies dan Sandi wajib menjelaskan secara detail teknis pelaksanaan program tersebut.

"Itu (OK Trip) terintegrsinya seperti apa? Apa pake kartu apa uang cash, sistem penerapannya gimana, check and balance-nya? Kami anggota DPRD minta perincian secara jelas. Ketika gubernur lama kan jelas, ketika gunakan Transjakarta kan jelas sistemnya," tutur dia.

Begitu juga dengan program rumah lapis yang digaungkan Anies beberapa waktu lalu. Menurut Yani, dewan sampai sekarang masih belum paham apa bedanya program tersebut dengan pembangunan rumah susun yang selama ini sudah dilakukan Pemprov DKI.

"Kalau beda, bedanya di mana? Bangunnya di mana? Diperuntukkan buat siapa dan ditempatkan di mana? Saya yakin kalau ditanya beberapa anggota dewan pun banyak yang belum ngerti. Atau kita tanya langsung ke eksekutif ngerti gak program itu?" tegas dia.

Wiliam pun menyinggung DP rumah nol persen dan kenaikan dana operasional rt/rw sebagai program lainnya yang perlu dijelaskan lebih detail.

Dia kembali menegaskan bahwa setiap program harus dijelaskan secara detail ke DPRD. Pasalnya, menyangkut uang warga Jakarta di APBD.

"Karena ini menyangkut APBD 2018. Gimana anggota DPRD bahas sesutu yang belum jelas," pungkas politikus PDIP itu.

--- Sandy Romualdus

Komentar