Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

AKSI CSR Wujud Bela Rasa, CSR PT VDS Komitmen Sumbang Dana Pembangunan Gereja di Parung Panjang 04 Sep 2017 13:36

Article image
Direktur Diklat dan Publikasi PT Veritas Dharma Satya Rikard Mosa Dhae membawakan sambutan dalam acara penggalangan dana pembangunan Gereja Stasi Laurentius Parung Panjang. (Foto: Redem/IndonesiaSatu.co)
Wujud sumbangan ini, demikian Rikard melanjutkan pesan Valens Daki-Soo sebagai pendiri dan pimpinan PT VDS, merupakan ungkapan dukungan simbolik PT VDS berdasarkan asas kebebasan menjalankan ibadah dan memeluk agama sesuai konstitusi.

JAKARTA, IndonesiaSatu.coSebagai wujud nyata keprihatinan dan tanggung jawab sosial, PT Veritas Dharma Satya (PT VDS) berusaha menyisihkan penghasilannya untuk membantu.

Meski PT VDS tidak menghendaki segala bantuan (terutama yang bersifat pribadi) dipublikasikan, namun bantuan yang bersifat "Corporate Social Responsibility" (CSR) tetap dipublikasikan sebagai bentuk pertanggungjawaban sosial.

Wujud bantuan sosial PT VDS ini mendapatkan apresiasi dari umat Gereja Katolik Santo Laurentius Parung Panjang, Keuskupan Bogor. Umat Parung Panjang berterima kasih kepada pihak-pihak yang hadir dan menyumbang bagi pembangunan Gereja di Parung Panjang. Sumbangan dari pihak-pihak berhati kasih menjadi dukungan moril bagi umat Parung Panjang.

Ucapan terima kasih ini disampaikan Dr Frederikus Fios, M.Th, S. Fil kepada IndonesiaSatu.co seusai membawakan presentasi dalam kegiatan malam penggalangan dana bagi pembangunan Gereja Parung Panjang di Caffe Terroir, Jl. Wijaya Timur I No. 6, Jakarta Selatan, Jumat (1/9/2017) malam.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang hadir dan memberikan sumbangan. Kehadiran dan sumbangan bagi pembangunan  ini memberikan kekuatan moral bagi kami,” ujarnya.

Sebelumnya, Dosen di Universitas Bina Nusantara (Binus) yang akrab dipanggil Fritz ini menceritakan sejarah penggalangan dana untuk pembangunan Gereja di Parung Panjang. Fritz mengawali dari bermulanya umat Katolik di Parung Panjang.

“Umat Katolik hadir di Parung Panjang pada 1976. Jadi tidak ada warga asli di situ yang beragama Katolik,” kisah Fritz.

Setelah 1976, umat Katolik di Paroki Parung Panjang bertambah. Kebutuhan akan perlunya sebuah tempat ibadah mulai dipikirkan. Hingga kini umat Parung Panjang berjumlah 60 kepala keluarga.

“Kami lalu memakai rumah seorang beragama Protestan dengan sistem kontrak untuk menjalankan kegiatan ibadah,” lanjut Fritz.

Namun, kegiatan peribadatan umat Katolik di Parung Panjang mulai terusik karena adanya penolakan dari kelompok masyarakat setempat untuk mengadakan ibadat di rumah tersebut. Aksi-aksi penolakan tersebut mulai muncul. Penolakan itu kian jelas pada saat perayaan Paskah 2014.

“Pada malam Kamis Putih dalam rentetan Paskah 2014, kami yang hendak merayakan misa tiba-tiba didatangi masyarakat setempat. Mereka memaksa kami untuk tidak melakukan ibadah. Kami pun tidak kuasa melawan,” ungkap Fritz.

Seusai penolakan itu, umat Parung Panjang mengadakan negosiasi dengan tokoh masyarakat. Namun, penolakan masyarakat tidak surut. Pada Minggu, 12 Mei 2017, Jemaat Gereja Katolik St Laurensius Parungpanjang, Bogor harus beribadah di bawah tenda di Perum III Bumi Parung Panjang. Sementara pengajaran Pendidikan Agama Katolik anak-anak dilakukan di rumah-rumah umat.

“Saya yang saat itu berada di Thailand menangis ketika mendengar kabar itu. Larangan beribadah itu sangat melukai kami” kata Fritz sedih sambil menitikkan air mata.

Penolakan demi penolakan ini kemudian mengumpulkan semangat umat Katolik Parung Panjang untuk membangun Gereja sederhana.  Upaya mencari bantuan pun dilakukan untuk memanggil semangat bela rasa dari para donatur. 

CSR PT VDS sumbang dana

Kisah yang dialami umat Katolik Parung Panjang mengundang aksi bela rasa dari PT VDS. Mewakili Valens Daki-Soo sebagai pendiri dan Komisaris Utama PT VDS, Direktur Diklat dan Publikasi PT VDS Rikard Mosa Dhae menyuarakan komitmen PT VDS menyumbang uang bagi pembangunan Gereja Katolik Santu Laurentius Parung Panjang.

“Sumbangan ini sebaiknya jangan dilihat dari angka, tetapi wujud dari semangat bela rasa kami kepada umat di Parung Panjang. Bahwa dalam hidup bermasyarakat kita harus saling berbagi,” ungkap Rikard ketika diberikan kesempatan mewakili para undangan yang hadir memberi bantuan.

Wujud sumbangan ini, demikian Rikard melanjutkan pesan Valens Daki-Soo, sebagai ungkapan dukungan simbolik PT VDS terhadap umat Katolik di Parung Panjang berdasarkan asas kebebasan menjalankan ibadah dan memeluk agama tertentu seperti diriwayatkan dalam konstitusi Negara kita.

Sebagaimana pernah diberitakan, selain sumbangan untuk Gereja Parung Panjang, PT VDS sebelumnya pernah menyerahkan bantuan Rp 50 juta untuk pembangunan Gereja Katolik di Riti, Nangaroro, Flores.

Selain itu, PT VDS juga membantu pembangunan taman bacaan di sebuah biara susteran di Flores senilai Rp 25 juta (2012), menyalurkan Rp 200 juta untuk kegiatan sosial budaya masyarakat Flores (NTT) berupa "Jai Massal untuk Rekor MURI" di Jakarta beberapa waktu lalu.

Pada Mei 2016, PT VDS juga ikut mendukung secara finansial operasional tim khusus Tour de Flores sebesar Rp 25 juta.

Pada tahun yang sama, PT VDS bekerja sama dengan Yayasan Artha Graha Peduli (AGP) dan PT Galuh Citarum mendukung upaya pianis cilik Canho Pasirua asal Ende Flores menuju kejuaraan dunia (WCOPA 2016) dengan menggelar konser galang dana di Hotel Borobudur, 30 Juni 2016. Alhasil, Canho bisa mengatasi kendala dana dan bahkan akhirnya merebut 6 medali emas sebagai wakil Indonesia dalam lomba di California, AS. 

“Senang sekali. Saya tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata. Syukur kepada Tuhan dan terima kasih dari Canho kepada Opa Gories (Komjen Pol Purn. Gories Mere), Om Valens (Valens Daki-Soo), Om Angelo (Angelo Wake Kako) dan semua pihak di Jakarta yang telah membantu Canho,” ujar ibunda Canho, Ermelinda Ndiki usai konser saat itu.

Baru-baru ini, PT VDS juga menyalurkan dana Rp 200 juta untuk kegiatan sebuah paguyuban masyarakat NTT di Jakarta.

--- Redem Kono

Komentar