Breaking News

PERTANIAN Wujudkan GPPT, BPP Waiwerang Gelar Rembug Tani Agribisnis Usaha Ternak Babi 27 Nov 2019 05:56

Article image
Kegiatan Rembug Tani Agribisnis Usaha Ternak Babi di kantor BPP Waiwerang. (Foto: Dok. BPP Waiwerang)
"Diperlukan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tangguh, kebijakan politik yang berpihak pada masyarakat, pembiayaan yang memadai dan infrastruktur yang menjangkau hingga ke pelosok Desa," kata John.

LARANTUKA, IndonesiaSatu.co-- Dalam rangka mewujudkan Gerakan Pengelolaan Pertanian Terpadu (GPPT), Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Waiwerang, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Senin (25/11/19) menggelar Rembug Tani Agribisnis Usaha Ternak Babi bertempat di Aula Kantor BPP Waiwerang, Desa Saosina.

Dalam laporan Panitia Penyelenggara, dijelaskan bahwa kegiatan tersebut sebagai salah satu dari strategi pelaksanaan pembangunan ekonomi sektor pertanian dengan mendorong swasembada protein dan karbohidrat melalui usaha padi, jagung, kedele, bawang merah, cabe, daging sapi dan daging babi.

"Urat nadi perekonomian dan pendapatan masyarakat tergantung pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan serta kehutanan. Oleh karena itu, perlu kerjasama lintas sektor baik pemerintah pusat maupun daerah, para stakeholders, LSM, dunia swasta maupun para pegiat usaha," demikian Panitia dalam laporan tertulis.

Kepala BPP Waiwerang, Yohanes Ebo mengatakan bahwa guna mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, maka perlu perhatian dalam beberapa faktor penting.

"Diperlukan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tangguh, kebijakan politik yang berpihak pada masyarakat, pembiayaan yang memadai dan infrastruktur yang menjangkau hingga ke pelosok Desa," kata John yang juga selaku Koordinator PPL.

Pembina Tingkat I ini menerangkan bahwa kegiatan Rembug Agribisnis tersebut sebagai upaya mendorong pemahaman pegiat usaha ternak babi sehingga dapat meningkatkan ekonomi.

"Tujuannya agar dapat meningkatkan ekonomi, mengetahui faktor-faktor penting dalam usaha ternak, sebagai ruang belajar, serta yang terpenting adalah berani menentukan pilihan dan komitmen untuk berusaha," katanya.

Hadir sebagai Narasumber dalam kegiatan tersebut yakni Dokter hewan dan Staf pada bidang Peternakan Dinas Pertanian kabupaten Flores Timur, dr. Alvian Kito Tokan.

Dokter Alvian membawakan Materi terkait Tatalaksana perkandangan yang baik, perhitungan Ransum dan pemberian pakan, reproduksi ternak babi, vaksinasi dan kesehatan ternak dan analisa usaha ternak babi.

Usai presentase materi, para peserta diberi kesempatan berdialog dan sesi tanya-jawab.

Hadir sebagai peserta pada kegiatan tersebut yakni Kelompok pelaku utama yang diketuai Andreas Paron Pude, kelompok penyuluh pendamping yang diketuai Paskalis Goran Ola, segenap staf BPP Waiwerang serta para petani pegiat usaha ternak babi.

--- Guche Montero

Komentar