Breaking News

REGIONAL Wujudkan Restorative Justice, PADMA Indonesia Apresiasi Polres Ngada 14 Mar 2021 09:59

Article image
Dewan Pembina Lembaga PADMA Indonesia, Gabriel Goa. (Foto: Ist)
"Ada tiga Perkara ITE yang kami dampingi, dapat diselesaikan melalui pendekatan Restorative Justice. Ini menunjukkan sinergitas kinerja yang luar biasa dalam merealisasikan apa yang menjadi salah satu program prioritas Kapolri," kata Gabriel.

BAJAWA, IndonesiaSatu.co -- Permintaan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto agar mewujudkan penegakan hukum berkeadilan dan menerapkan restorative justice, mendapat respon positif dan apresiasi.

"Bapak Kabareskrim Polri, tolong betul-betul mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan, karena masyarakat masih mendapati suasana kebatinan yang dirasakan bahwa hukum itu tajam hanya ke bawah tapi tumpul ke atas. Jadi bagaimana kita mendengarkan suara masyarakat. Kita berada di posisi yang berkeadilan," kata Listyo belum lama ini seperti dilansir gatra.com.

Kapolri Listyo menegaskan bahwa Restorative Justice sebagai bentuk penyelesaiaan permasalahan.

"Restorative justice atau keadilan restoratif merupakan penyelesaian perkara tindak pidana dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku atau korban, dan pihak lain yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula, bukan pembalasan," tegas Kapolri.

Apresiasi PADMA Indonesia

Lembaga Hukum dan HAM, Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (PADMA) Indonesia mengapresiasi komitmen Kapolri dalam menegakkan hukum yang berkeadilan.

Apresiasi senada juga ditujukan kepada Polres Ngada yang sudah mewujudkan Restorative Justice sesuai keinginan dan komitmen Kapolri.

"PADMA Indonesia mengapresiasi dan memberi penghargaan yang tinggi kepada Kapolres, Kasat Reskrim, dan Kanit Tipiter Polres Ngada dalam penanganan perkara dengan mengedepankan pendekatan Restorative Justice," apresiasi Dewan Pembina PADMA Indonesia, Gabriel Goa, dalam keterangan tertulis kepada media ini, Sabtu (13/3/2021).

Gabriel mengaku, hal itu berangkat dari fakta dan pengalaman langsung pendampingan perkara Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) di wilayah hukum Polres Ngada.

"Ada tiga Perkara ITE yang kami dampingi dapat diselesaikan melalui pendekatan Restorative Justice. Ini menunjukkan sinergitas kinerja yang luar biasa dalam merealisasikan apa yang menjadi salah satu program prioritas Kapolri," kata Gabriel.

Ia menambahkan, PADMA Indonesia menilai bahwa atas kinerja dan komitmen nyata Kapolres, Kasat Reskrim dan Kanit Tipiter Polres Ngada, maka sudah pantas dan selayaknya Kapolda NTT dan Kapolri memberikan penghargaan kepada Polres Ngada yang telah merealisasikan penyelesaian perkara ITE melalui pendekatan Restorative Justice.

"Bupati dan Ketua DPRD Ngada patut memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Polres Ngada yang telah menyelesaikan perkara melalui pendekatan Restorative Justice dengan mempertimbangkan sisi kearifan lokal Hukum Adat Bajawa," ungkap Gabriel.

PADMA Indonesia juga meminta agar Polres Ngada dapat menerapkan pendekatan Polisi Masyarakat (Polmas) seperti yang telah dilakukan Danres (kini disebut Kapolres) Ngada, Brigjen Pol (Pur) Drs. Anton Enga Tifaona.

"Penyelesaian perkara melalui pendekatan Restorative Justice dengan kearifan lokal hukum adat Bajawa merupakan kultur baru penegakan hukum dan HAM, termasuk pendekatan lewat olahraga sepak bola yang hingga kini dikenal dengan Persatuan Sepakbola Ngada (PSN)," simpul Gabriel.

--- Guche Montero

Komentar