Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

AGAMA Wujudkan Toleransi, Pemuda Kristen Amankan Perayaan Idul Fitri 15 Jun 2018 13:08

Article image
Pemuda Kristen ikut menjaga keamanan dan lalu lintas bagi para jamaah di Yogyakarta (Foto: Kompas.com)
"Warga di sini sudah biasa, saling membantu saat perayaan hari besar agama. Jika umat Nasrani sedang merayakan hari besar seperti Natal, maka umat Muslim yang membantu keamanan dan parkir. Demikian yang terjadi hari ini, para pemuda Kristen ikut membantu

YOGYAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Puluhan pemuda Sejak dari Gereja Kristen Jawa di Desa Wiladeg, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul, Yogyakarta, menunjukkan toleransi umat beragama dengan ikut menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas bagi ribuan umat Muslim yang hendak melaksanakan shalad Idul Fitri 1439 H, Jumat (15/6/18).

Tidak jauh dari lokasi shalad, puluhan pemuda Kristen turut membantu mengamankan arus lalu lintas dan kendaraan para jamaah di halaman sekolah, lapangan, dan balai desa setempat. Hal ini merupakan wujud kekompakan warga desa setempat untuk saling menjaga nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

"Warga di sini sudah biasa, saling membantu saat perayaan hari besar agama. Jika umat Nasrani sedang merayakan hari besar seperti Natal, maka umat Muslim yang membantu keamanan dan parkir. Demikian yang terjadi hari ini, para pemuda Kristen ikut membantu keamanan," kata Slamet, warga Wiladeg usai menjalankan shalat Id seperti dilansir Kompas.com.

Slamet mengaku, di daerah tersebut kerukunan dan kebersamaan selalu terjalin dengan baik sejak puluhan tahun lalu sehingga tidak ada yang aneh dalam kegiatan tersebut.

"Kerukunan seperti ini sudah biasa bagi desa kami sejak puluhan tahun lalu hingga sekarang. Toleransi seperti ini sudah lama dijaga antara umat beragama. Tidak ada hal aneh yang terjadi dalam perayaan keagamaan seperti ini," imbuhnya.

Sementara itu, Pendeta Gereja Kristen Jawa Wiladeg, Yehuda Fajar Kristian Labeti, menambahkan bahwa kegiatan saling membantu dalam perayaan hari besar agama sudah dilakukan sejak satu dekade ini.

“Kegiatan pengamanan dan membantu kelancaran peryaaan hari Raya Idul Fitri dilakukan sejak malam takbir. Bahkan beberapa waktu lalu, umat Kristen di Desa Wiladeg ikut membantu dalam menyediakan makanan takjil bagi masyarakat sekitar. Sudah 10 tahun terakhir kami saling membantu saat perayaan hari besar agama. Bahkan saat Idul Adha pun kami ikut membantu menjaga parkir dan mengatur lalu lintas, begitu pula sebaliknya saat Natal, teman-teman Muslim membantu kami," katanya.

Fajar menuturkan bahwa pada perayaan Hari Raya Idul Fitri, bersama 50 orang pemuda Gereja Kristen Jawa Wiladeg, pihaknya memberikan bantuan untuk menjaga parkir dan mengatur lalu lintas. Menurutnya, sikap saling membantu dan tolong-menolong ini diharapkan bisa mempererat tali persaudaraan sesama warga dan antar-umat beragama.

"Setelah membantu keamanan selama ibadah, kami akan mengunjungi dan bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat dan umat setempat untuk memberikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri," ujarnya.

--- Guche Montero

Komentar