Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

POLITIK Yusril: Prabowo Dianggap Sangat Islam, Saya Kurang Percaya 09 Nov 2018 15:08

Article image
Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Prof Yusril Ihza Mahendra. (Foto: liputan6)
Sepengetahuan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Prof Yusril Ihza Mahendra, selama ia mengenal dan bergaul dengan Prabowo dan Sandiaga, hampir tak ada rekam jejak yang mengindikasikan ke arah itu.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co – Pada dua kali pencalonan dirinya sebagai calon presiden (capres), sejak pemilihan presiden (pilpres) tahun 2014 dan 2018, Prabowo Subianto selalu menyeret gerbong partai-partai Islam ke dalam koalisinya.

Citra yang dibangun selama ini seolah-olah Prabowo adalah figure yang lebih berpihak kepada Islam sementara yang lain kurang atau tidak merupakan represntasi Islam. Apakah benar Prabowo adalah sosok yang Islamik atau sekurang-kurangnya sangat berpihak Islam. Partanyaan ini yang hari ini dijawab Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Prof Yusril Ihza Mahendra.

Yusril mengaku ragu akan citra yang selama ini dikembangkan seolah pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno banyak berjasa untuk kepentingan Islam. Sebab, sepengetahuannya, selama ia mengenal dan bergaul dengan Prabowo dan Sandiaga, hampir tak ada rekam jejak yang mengindikasikan ke arah itu.

"Jadi kalau Pak Prabowo dianggap sangat Islam, saya sendiri kurang percaya juga dengan hal itu. Apa iya? Sebab, nggak ada track record-nya," kata Yusril, yang baru ditunjuk sebagai kuasa hukum pasangan calon presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin seperti dikutip detik.com, Kamis (8/11/2018).

Begitu juga Sandiaga Uno. Dia mempertanyakan kapan Sandi menjadi anggota PII (Pelajar Islam Indonesia) atau HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) atau apa pun. "Atau ketika ulama dikriminalisasi, dia teriak atau dia melawan?" tandasnya.

Ia mencontohkan, ketika beberapa waktu lalu ada masalah dengan warga Luar Batang, Jakarta Utara, yang boleh dibilang sepenuhnya warga muslim, tak ada suara atau langkah pembelaan dari kedua tokoh tersebut. 

"Yang jelas, saya turun lebih dulu, setelah itu barulah Sandi masuk. Jadi, nggak bisa juga dianggap (Sandi) sebagai pejuang Islam yang jelas komitmen dan sikapnya dalam memperjuangkan Islam," papar Yusril.

Menjawab keraguan Yusril,  Sandiaga  pada 22 Agustus lalu mengaku pernah mendapatkan kartu tanda anggota Nahdlatul Ulama. Prabowo Subianto juga mendapatkan kartu NU dari PBNU pada 16 Agustus lalu.

Sementara itu, calon anggota legislatif Partai Amanat Nasional dari daerah pemilihan Sumatera Selatan II, Imam Prihadiyoko, menyebut Sandi saat ini tercatat sebagai anggota Badan Pelaksana Harian Universitas Muhammadiyah Jakarta.

--- Simon Leya

Komentar