Breaking News

POLITIK Yusril Ajak Umat Islam Maafkan Ahok 04 Nov 2016 13:12

Article image
Yuzril Izha Mahendra, Ketu Umum Partai Bulan Bintang. (Foto: Ist)
Yusril mengharapkan agar penegakkan hukum di Indonesia tidak berdasarkan sistem tebang pilih. Hukum wajib diterapkan kepada siapa pun yang melanggar hukum.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Yusril Ihza Mahendra, Ketua Umum Partai Bulan Bintang mengajak umat Islam untuk memaafkan Basuki Tjahaja Purnama, atau Ahok. Pasalnya, Ahok sudah  meminta maaf dan dugaan penistaan agama sementara diproses para penegak hukum.

"Toh Ahok juga sudah beberapa kali menyampaikan permintaan maaf dan menyerahkan kasus dugaan penistaan agama kepada penegak hukum,"  kata pengacara sekaligus politisi itu dalam keterangan tertulisnya, Kamis (3/11/2016).

Menurut Yusril, Presiden Joko Widodo sudah menegaskan komitmen pemerintah untuk mengusut dugaan penistaan agama Ahok sampai tuntas dalam pertemuannya dengan pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah. Presiden juga menegaskan bahwa polisi dan penegak hukum lainnya akan mengusut kasus yang melibatkan Ahok hingga tuntas.

"Jaminan Presiden itu sangat penting agar penegakan hukum di negeri ini dilakukan secara adil tanpa ada kesan ingin melindungi atau ingin menzalimi seseorang," tandas Yusril.

Namun, Yusril mengharapkan agar penegakkan hukum di Indonesia tidak berdasarkan sistem tebang pilih. Hukum wajib diterapkan kepada siapa pun yang melanggar hukum. Yusril juga mengatakan bahwa kedua pasangan calon lain harus diproses jika terkait pelanggran hukum. Tidak boleh ada ada pasangan yang boleh diuntungkan maupun dirugikan dalam penegakan hukum.

"Kalau Ahok disidik, kedua pasangan yang lain tidak boleh diuntungkan. Ahok pun tidak boleh dirugikan. Demikian pula sebaliknya," pungkas Yusril.

 

--- Redem Kono

Komentar