Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

HUKUM Zumi Zola Gunakan Hasil Korupsi untuk Beli Hewan Kurban, Buka Puasa, dan Umrah Keluarga 23 Aug 2018 16:11

Article image
Gubernur Jambi yang juga kader Partai Amanat Nasional (PAN) Zumi Zola. (Foto: Ist)
Uang hasil korupsi digunakan untuk membeli hewan kurban. Tak hanya itu, Zumi juga membayari acara buka puasa bersama.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Gratifikasi atau pencucian uang mantan Gubernur Jambi yang juga kader Partai Amanat Nasional (PAN) Zumi Zola digunakan untuk berbagai keperluan.

Demikian informasi yang terungkap dari dakwaan kata jaksa KPK di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (23/8/2018).

Uang hasil korupsi digunakan untuk membeli hewan kurban. Tak hanya itu, Zumi juga membayari acara buka puasa bersama.

"Uang sejumlah Rp 156 juta untuk memberi 10 hewan kurban atas nama terdakwa pada Hari Raya Idul Adha bulan September 2016," paparnya.

Uang itu merupakan sebagian kecil dari penerimaan gratifikasi Zumi. Jaksa menyebut total penerimaan gratifikasi Zumi kurang lebih Rp 44 miliar.

Jaksa mengatakan uang itu diterima Zumi melalui 3 orang kepercayaannya yaitu Apif Firmansyah, Asrul Pandapotan Sihotang, dan Arfan. Gratifikasi itu berasal dari fee proyek ijon di wilayah Jambi. Duit itu kemudian digunakan untuk berbagai keperluan Zumi hingga keluarganya.

"Terdakwa melalui Apif meminta Muhammad Imaduddin untuk memberikan uang Rp 250 juta kepada Desrinaldy dalam 2 kali transfer yakni bulan Maret dan April 2017 untuk membayar jasa event organizer kegiatan 'Buka Bersama' di Masjid Agung Al Falah yang diadakan terdakwa," kata jaksa.

"Terdakwa melalui Apif pada bulan Februari 2017 meminta Muhammad Imaduddin menyetorkan tunai biaya umrah terdakwa dan keluarganya sejumlah Rp 300 juta ke rekening biro perjalanan umrah di Bank Mandiri," imbuh jaksa.

Berbagai penerimaan gratifikasi terus dilakukan Zumi hingga total seperti tercantum dalam dakwaan kurang lebih Rp 44 miliar. Selain itu ada pula penerimaan 1 unit Toyota Alphard.

Jaksa menyebut uang itu dikumpulkan Apif, Asrul, dan Arfan dari berbagai rekanan proyek di Jambi. Zumi didakwa melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999. UU tersebut telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

--- Redem Kono

Komentar