Breaking News

TOKOH Daniel Dhakidae: “Pengalaman Dipukul Guru Jadi Awal Minat Studi Kekuasaan” 02 Dec 2015 05:19

Article image
Daniel dikenal luas sebagai komentator politik yang sangat kritis dan fokus pada studi kekuasaan

JAKARTA, IndonesiaSatu.co—Kekuasaan, relasi kekuasaan, otoritas dan apapun istilah sejenis menjadi studi yang menarik dalam ilmu politik. Seorang pembelajar ilmu politik pasti memiliki latar belakang dan motivasi tertentu ketika membahas (relasi) kekuasaan. Hal itu juga yang dialami Dr Daniel Dhakidae.

“Jika ditelusuri lebih jauh, minat dan obsesi saya kepada studi tentang kekuasaan berasal dari pengalaman masa kecil ketika Sekolah Rakyat (SR) di Flores bahwa tidak ada guru yang tidak memukul dan tidak ada murid yang tidak pernah dipukul,” ujar Daniel kepada IndonesiaSatu.co di sela-sela peluncuran dan diskusi buku terbarunya “Menerjang Badai Kekuasaan” di Jakarta, kemarin.

Dia menceritakan, pengalaman dipukul, dilecut, dan ditempeleng oleh guru membuatnya kemudian merenung dan berpikir tentang kuasa seperti apa yang sedang dijalankan oleh para guru di Flores waktu itu. Hal itu juga yang membuat dirinya baik sengaja ataupun tidak suka membuat pemberontakan-pemberontakan seperti tidak masuk sekolah dan sebagai gantinya pergi ke kebun.

Pengalaman dipukul guru secara fisik, kisah Daniel, berakhir ketika dia berada di kelas dua SMP Seminari St Johannes Berchmans Todabelu Mataloko. Dia ditempeleng seorang imam pengajar Bahasa Inggris. Di Mataloko, dia membaca kisah-kisah dari Amerika juga tentang guru yang suka memukul para murid. Hal itu membuatnya semakin ingin tahu tentang relasi kekuasaan yang dijalankan orang di depan kelas itu.

“Ketika di Seminari Tinggi, saya pernah diusir dari ruang kelas kuliah. Ini jadi pengalaman menarik tentang pengalaman saya bersama guru,” ungkap dia.

Menurut Daniel, studinya tentang relasi kekuasaan secara sistematis dan ilmiah dimulai ketika menjadi mahasiswa ilmu sosial politik di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Di saat bersamaan dia membaptis dan mencemplungkan diri menjadi pemikir dan aktivis sosial hingga saat ini.

Daniel dikenal luas sebagai komentator politik yang sangat kritis dan fokus pada studi kekuasaan. Sebelumnya, dia pernah menulis karya besar berjudul “Cendekiawan dan Kekuasaan”(2003).

“Saya tidak ingin menyalahkan para guru saya atau membuat penilaian moral dan hukum untuk pengalaman ini. Semua itu pasti ada gunanya untuk saya, terutama ketika saya menemukan hal ini menjadi pemicu awal minat saya. Maka, buku ini saya persembahkan untuk para guru saya dan semua Anda sekalian,” imbuh Pemimpin Redaksi Majalah Prisma tersebut.

---

Tags:
dakidae