Breaking News

KEUANGAN Aset Kopdit Pintu Air Tembus Rp2,3 Triliun, Incar 1 Juta Anggota Nasional 25 Jun 2025 08:22

Article image

JAKARTA, IndonesiaSatu.co– Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Pintu Air mencatat tonggak bersejarah di usia 30 tahun, tanggal 1 April 2025.

Saat ini, koperasi asal Desa Ladogahar, Kabupaten Sikka, NTT, berhasil mengelola aset Rp2,3 triliun dan menunjuk prestasi sebagai 100 Koperasi Besar Indonesia (KBI) 2025.

Jumlah anggota saat ini mencapai 444.425 orang yang tersebar lewat 59 cabang, 15 cabang pembantu, serta 49 tempat pelayanan di seluruh Indonesia.

“Dana anggota kami saat ini sekitar Rp1,8?triliun, tetapi kekuatan utama bukan dana, melainkan manusianya. Target kami, di usia 30 ini, anggota bisa mencapai 1 juta,” tegas Ketua Pengurus Jakobus Jano saat menerima penghargaan dari Majalah Peluang, belum lama ini di Badung, Bali.

Ekspansi Strategis di Jabodetabek

Setelah sukses menjangkau Pulau Jawa dan Sumatera, Kopdit Pintu Air kini merambah wilayah Jabodetabek, termasuk Jakarta, Depok, dan Bekasi.

Data resmi menunjukkan bahwa sejak awal layanan di KCP Kampung Sawah Bekasi yang dibuka pada Januari 2022, hingga Mei 2023 koperasi ini telah berhasil merekrut 600 anggota dengan total aset sekitar Rp2 miliar. Strategi ini difokuskan menyasar komunitas diaspora NTT di Jabodetabek.

"Kami melihat potensi besar di Jabodetabek – populasi padat dan kebutuhan layanan keuangan terjangkau. Kehadiran kami bukan untuk bersaing, tapi melengkapi," ujar Jano.

Kopdit Pintu Air konsisten mengedepankan edukasi keuangan berbasis komunitas — budaya menabung, hidup hemat, dan pemberdayaan usaha produktif anggota.

Jaringan dan pendekatan ini menjadikan mereka salah satu pilar ekonomi kerakyatan, terutama di wilayah yang masih kekurangan akses layanan keuangan formal.

Ringkasan Pencapaian 

  • Aset Rp2,3 triliun
  • Jumlah Anggota Nasional 444.425 orang, dan yaergt 1 juta orang tahun ini.
  • Anggota Jabodetabek 600 orang (KCP Bekasi, per Mei 2023) dengan aset jumlah Rp2 miliar
  • Cabang Nasional 59 cabang, 15 cabang pembantu, 49 pelayanan 100 cabang primer. 

***

--- Sandy Javia

Komentar