Breaking News

NASIONAL Bank Dunia Bantah Pernyataan Putra Amien Rais 28 Mar 2018 05:54

Article image
Country Director World Bank for Indonesia, Rodrigo A Chaves. (Foto: Ist)
Rodrigo juga menilai, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan program reformasi pertanahan yang cukup ambisius. Jokowi menargetkan bagi-bagi 7,5 juta sertifikat tanah.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Pernyataan Wakil Ketua Umum PAN  sekaligus putra Amien Rais, Hanafi Rais bahwa 74 % lahan Indonesia dikuasai segelintir orang diambil dari data bank dunia dibantah dengan tegas. Bantahan tersebut datang dari bank dunia sendiri. Bank dunia menegaskan tidak pernah mengeluarkan data tentang kepemilikan tanah di Indonesia.

Meski tak pernah mengeluarkan data tersebut, Country Director World Bank for Indonesia, Rodrigo A Chaves mengatakan pemerataan tanah memang bukan isu baru, dan kepemilikan lahan di Indonesia semakin menyebar.

Dia juga mengatakan, 74% lahan di Indonesia sebenarnya milik negara. Kebanyakan lahan itu pun dikelola oleh pemerintah.

"Ingat bahwa 74% tanah yang ada itu milik negara dan dikelola oleh pemerintah. Saya tidak mengerti kenapa ada orang membuat isu politik," tuturnya di Energy Building, Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Rodrigo juga menilai, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan program reformasi pertanahan yang cukup ambisius. Jokowi menargetkan bagi-bagi 7,5 juta sertifikat tanah.

"Itu sangat bagus untuk menormalisasikan kepemilikan tanah," tambahnya.

Sebelumnya, Rodrigo tegas mengatakan Bank Dunia tidak pernah menerbitkan laporan 74% tanah di Indonesia dikuasai segelintir orang.

"World Bank tidak pernah menerbitkan laporan seperti itu. Sangat jelas saya katakan bahwa itu tidak benar," tegasnya.

Sebagaimana diberitakan, Hanafi Rais, mengatakan bahwa apa yang disampaikan Amien Rais soal tanah adalah berdasarkan pada data Bank Dunia.

Hal itu Hanafi sampaikan untuk menanggapi pernyataan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan soal adu data terkait sertifikasi tanah.

Menurut Hanafi, ayahnya bicara berdasarkan data, tidak asal bunyi. Dia pun meyakini ayahnya siap menjelaskan secara rinci terkait pernyataan soal itu.

“74 Persen tanah negara dikuasai segelintir orang itu itu adalah laporan bank dunia tahun 2015. Itu kan ada datanya, jangan dibantah,” kata Hanafi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/3/2018).

“Memang saya kira nanti Pak Amien akan menyiapkan tulisan, memang sedang menyiapkan tulisan secara lebih utuh dan yang disampaikan oleh Pak Amien kemarin itu memang ada datanya,” lanjut dia.

“Jadi yang disampaikan pasti ada datanya. Kalau mau dipertajam diperlengkap datanya, tentu nanti sangat bisa. Kita banyak masukan dari LSM, dari pakar ekonomi, pakar pertanahan yang selama ini memang memberi, mem-feeding informasi dan data,” tegas Hanafi.

Namun Bank Dunia sendiri kemudian membantah telah merilis laporan sebagaimana yang disebut Hanafi.

--- Redem Kono

Komentar