Breaking News

NASIONAL Bom Katedral, Kapolri Perintahkan Ka Densus 88 Berangkat ke Makassar 29 Mar 2021 11:57

Article image
Aksi bom bunuh diri yang terjadi di pintu gerbang Gereja Katedral di Jalan Kajaolalido, MH Thamrin, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021) pagi. (Foto: ist)
Akibat ledakan tersebut, 14 orang dari satuan pengamanan gereja mengalami luka-luka. Mereka kini sedang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

JAKARTA, IndonesiaSatu.coPasca terjadinya aksi bom bunuh diri di Katedral Makassar, Kepala Detasemen Khusus 88/Antiteror atau Densus 88 Brigjen Marthinus Hukom untuk berangkat ke Makassar terkait ledakan bom di Gereja Katedral Makassar.

Hal ini disampaikan Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono dalam konferensi pers, Minggu (28/3/2021).

"Terkait ini kegiatan terorisme atau bukan tentunya diperintah Bapak Kapoliri bahwa siang ini Kadensus berangkat ke Makassar beserta tim," kata Argo seperti dilansir Tempo.co.

Aksi bom bunuh diri terjadi di pintu gerbang Gereja Katedral di Jalan Kajaolalido, MH Thamrin, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Minggu pagi 28 Maret 2021.

Akibat ledakan tersebut, 14 orang dari satuan pengamanan gereja mengalami luka-luka. Mereka kini sedang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Argo mengatakan,  Densus 88 bersama Polda Sulawesi Selatan dan Poltabes Makassar akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga akan menyisir benda-benda yang terkait dengan ledakan. Misalnya, temuan tubuh dan serpihan akibat ledakan.

“Tentunya nanti dengan berbagai metode, entah itu metode spiral yang digunakan untuk melihat mengenai barang bukti atau alat bukti yang ada di TKP. Ini dari Inafis dan Puslabfor saat ini sedang berjalan," kata dia.

Setelah mendapatkan hasil olah TKP, polisi bisa mengetahui sirkuit atau rangkaian sumber ledakan bom di gereja tersebut, serta bom yang dibuat termasuk high atau low explosive.

"Tentu jadi bagian penyelidikan Densus. Sehingga kita bisa mengetahui jaringan mana dan apa yang melakukan ini," ucapnya.

--- Simon Leya

Komentar