Breaking News

PARIWISATA Gelar Bimtek di Desa Detusoko Barat, Kemenparekraf: Wisata Harus Berbasis Karakteristik Lokal 12 Jun 2021 09:08

Article image
Para narasumber berpose bersama usai kegiatan Bimtek di Desa Detusoko Barat, Ende, NTT. (Foto: Dok. Pemdes)
"Desa Wisata harus memiliki Karakteristik Lokal, harus bisa mengambil nilai-nilai lokal yang ada di desa, lokal genuine harus diangkat. Ini yang menjadi keunikan dalam pengembangan Wisata," ungkap Teguh.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Dalam upaya mendukung geliat Desa Wisata dan Pariwisata berbasis masyarakat di Desa Detusoko Barat, Kementerian Pariwisata melalui Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur  Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengadakan bimbingan teknis (bimtek) pengelolaan Desa Wisata bagi para pelaku pelaku wisata Desa  bertempat di Kantor Desa Wisata Detusoko Barat, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (11/6/2021).

Deputi pengembangan Destinasi, Dr. Frans Teguh dihadapan 30-an peserta pelatihan menurutkan pentingnya karakteristik kelokalan (local champion) dan komitmen dalam membangun Desa Wisata.

"Desa Wisata harus memiliki Karakteristik Lokal, harus bisa mengambil nilai-nilai lokal yang ada di desa, lokal genuine harus diangkat. Ini yang menjadi keunikan dalam pengembangan Wisata," ungkap Teguh.

Teguh menilai, Desa Detusoko Barat sudah menunjukkan visioning yang tepat dengan adanya visi Desa dengan mengintegrasikan pertanian dan ekowisata.

"Ekowisata, rohnya adalah konservasi dan keberlanjutan. Ini harus didukung dan dibangun dengan komitmen bersama. Karena desa wisata tidak bisa berjalan sendirian, butuh kepercayaan bersama dengan berbagai pihak," ujarnya. 

Pada kesemptan itu, Teguh mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Pemdes Detusoko Barat dengan aneka inovasi dan terobosan.

Meski demikian, kata Teguh, indikator utama wisata yakni harus membuat tamu tinggal lebih lama, memperbanyak atraksi wisata agar wisatawan bisa lebih betah ketika berada di Detusoko.

Frans Teguh yang juga putra asli Ende ini menambahkan pentingnya digitalisasi.

Menurutnya, saat ini virtual adalah panggung; siapa yang memanfaatkan virtual atau digitalisasi akan mendapat akses dan informasi. 

"Penting sekali Desa Wisata harus berbasis digital dan apa yang dilakukan Detusoko Barat sangat sinkron dengan apa yang menjadi platform program-program di kementrian. Pariwistaa sebagai nilai tambah, pariwista menjadi bagian dari aktivitas pertanian, ada ekonomi kreatif di dalamnya dan hal yang dilakukan Detusoko sejalan dgn program nasional," imbuhnya.

SDM Pariwisata

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Ende, Dr. dr Agustinus Ngasu, M.Kes. MMR, dalam sambutannya mengatakan bahwa pariwisata adalah program Prioritas di kabupaten Ende. 

"Untuk mendukung Pariwista, tuntutan utama harus didukung dengan SDM Pariwisata yang  berkualitas. Bimbingan teknis hari ini sebagai bagian dari peningkatan SDM ini," nilainya. 

Gusti juga menambahkan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dan infrastruktur pendukung.

"Pariwistaa harus melibatkan masyarakat lokal, juga peningkatan infrastruktur pendukung," ujarnya. 

Kolaborasi Pentahelix

Kepala Desa Detusoko Barat, Ferdinandus Watu, dalam sambutannya mengapresiasi respon cepat Kementerian Pariwisata yang cepat menanggapi kebutuhan di Desa.

Nando mengatakan, sebulan lalu ia berdialog langsung secara virtual dengan Menteri Pariwisata, Sandiaga Uno tentang pengembangan Desa Wisata Detusoko.

"Kami meminta dukungan management homestay dan internet berupa WiFi, dan hari ini sudah terjawab. Pemerintah Desa sangat mengapresiasi respon cepat dari Kementeian Pariwisata," ungkap Nando.

Dalam pemaparan materi, Nando menunjukkan kelembagaan wisata di desa dengan adanya BumDes "Au Wula dan Pokdariwis Nita Neni, mensyeringkan kegiatan yang selama ini sudah dilakukan, membranding Desa Detusoko dalam lensa Ekowisata dan memanfaatkan aneka potensi desa visi: "Satu Dusun Satu Atraksi Wisata; Satu Sao Ria Satu Produk" sebagai penjabaran konsep pengembangan wisata desa.

"Menu kolaborasi yakni pemerintah, media, komunitas, bisnis dan akademisi (Pentahelix), karena wisata desa tidak bisa berjalan sendiri. Harus kolaborasi dengan berbagai pihak dan dengan desa-desa penyanggah Wisata Kelimutu dan Ende pada umumnya," paparnya.

Disaksikan media ini, para peserta Bimtek sangat antusias selama yang diawali dengan penerimaan secara adat, pertunjukan sanggar budaya dan paparan materi oleh narasumber.

Hadir dalam bimbingan teknis, jajaran Kementrian pariwista Deputi pengembangan Destinasi dan Ekonomi Kreatif Dr. Frans Teguh, M.A; Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT, Ir. wayan Darmawan M.T; Narasumber dari STP Bali, I Gusti Gede Witarsana; Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Kabupaten Ende, Yudith Rae; Camat Detusoko, para Tua Adat dan selain dari Detusoko serta para utusan peserta dari Kelurahan Detusoko, Desa Saga, dan Desa Wologai Tengah.

--- Guche Montero

Komentar