Breaking News

UKM Kemenkop dan UKM Dorong Pengembangan UKM dan Pengusaha Muda di Papua 23 Apr 2020 18:56

Article image
PMI yang berbentuk PT (Perseroan Terbatas) dan dimiliki secara kolektif oleh puluhan kaum muda dari 7 wilayah adat di Tanah Papua, memilki program utama mendorong peran anak muda agar lebih dominan bagi pembangunan di wilayahnya.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Pertengahan Februari 2020 lalu, Billy Mambrasar, Staf Khusus Presiden RI, mengajak rekan-rekan dari Papua Muda Inspiratif (PMI), sebuah gerakan kolaborasi anak-anak muda Papua berprestasi yang bertujuan mendorong percepatan pembangunan kesejahteraan di Papua, untuk memaparkan program wirausaha mereka di Kementerian Koperasi dan UKM.

PMI ini berbentuk PT (Perseroan Terbatas) yang dimiliki secara kolektif oleh puluhan kaum muda dari 7 wilayah adat di Tanah Papua, dengan program utama mendorong peran anak muda agar lebih dominan bagi pembangunan di wilayahnya. Para pendiri PT PMI ini memiliki prestasi dan pencapaian di berbagai bidang, seperti teknologi, sains, ilmu pengetahuan, seni dan hiburan, bahasa dan budaya, pendidikan, kesehatan, dan berbagai bidang lainnya. Hingga saat ini terdapat 308 jenis usaha yang tergabung di PT PMI, dengan 24 jenis usaha yang didukung oleh Kemenkop dan UKM.

“Kemenkop dan UKM sangat mengapresiasi dan mendukung penuh upaya pengembangan wirausaha rintisan di Papua. Pak Jokowi mempunyai perhatian besar untuk pembangunan Papua. Agar semakin banyak kaum muda di Papua yang berminat untuk menjadi usahawan mandiri”, jelas Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM.

Saat ini, lanjut Teten, Kemenkop dan UKM sedang mencari upaya untuk membantu para wirausahawan muda Papua, baik melalui kegiatan pelatihan, pembiayaan, maupun bentuk lainnya. Terdapat skema pembiayaan LPDB di Kemenkop dan UKM, namun saat ini skema pembiayaan tersebut hanya diperuntukkan bagi koperasi.

“Sehingga kami sedang menyarankan agar kelompok wirausahawan muda Papua seperti yang tergabung dalam PT PMI untuk membentuk koperasi. Bila diperlukan, kami dapat membantu dan membimbing pembentukan koperasi, agar mereka bisa mendapatkan pembiayaan melalui LPDB,” tukas dia.

Alternatif lain terkait pembiayaan, menurut Teten, bisa diupayakan melalui pembiayaan perbankan, yaitu KUR dengan bunga yang rendah, yang sangat memungkinkan untuk membiayai UKM Papua ini.

Seperti disampaikan Dirut LPDB Supomo, bahwa hingga saat ini belum ada pemberian kredit melalui koperasi yang direkomendasikan PMI. Sementara pemerintah melalui Kemenkop dan UKM sangat mengapresiasi dan selalu mendukung pembangunan di Papua.

”Termasuk upaya wirausaha rintisan dan inisiatif para generasi mudanya; melalui berbagai skema program, kegiatan, dan pembiayaan yang tepat,”tegas Teten.

--- Sandy Romualdus

Komentar