Breaking News

PENDIDIKAN Megawati Soekarnoputri Orang Indonesia Ketiga Dapat Gelar Profesor Kehormatan 11 Jun 2021 21:29

Article image
Megawati Soekarnoputri resmi mendapat gelar Profesor Kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) dari Universitas Pertahanan (Unhan). (Foto: Suara.com).
Mega dinilai berhasil menyelesaikan beragam konflik sosial selama mengemban tugas sebagai presiden, di antaranya, konflik di Ambon dan Poso, serta pemulihan pariwisata usai peristiwa bom Bali.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri resmi mendapat gelar Profesor Kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) dari Universitas Pertahanan (Unhan).

Penganugerahan gelar Profesor Kehormatan disampaikan oleh Sekretaris Senat Akademik Unhan RI dalam sidang senat terbuka yang disiarkan melalui YouTube Universitas Pertahanan Official, Jumat (11/6/2021). 

Pemberian gelar kepada Mega dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) RI Nomor 33271/mpk.a/kp.05.00/2021.

"Terhitung mulai 1 Juni 2021 diangkat dalam jabatan profesor dalam ilmu kepemimpinan strategi," kata Sekretaris Senat Akademik Unhan RI.

Mega menyampaikan orasi ilmiah berjudul "Kepemimpinan Strategis pada Masa Kritis", di mana ia membahas soal prestasi dirinya sendiri semasa menjadi presiden pada 2001-2004.

Selain orasi ilmiah,  Mega juga menulis karya berjudul "Kepemimpinan Presiden Megawati pada Era Krisis Multidimensi 2001-2004" yang telah terbit di Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Universitas Pertahanan pada April 2021 Volume 11 Nomor 1.

Rektor Universitas Pertahanan, Laksamana Madya (TNI) Amarulla Octavian mengatakan, Mega dinilai berhasil menyelesaikan beragam konflik sosial selama mengemban tugas sebagai presiden, di antaranya, konflik di Ambon dan Poso, serta pemulihan pariwisata usai peristiwa bom Bali.

 

Gelar serupa
Mega bukan orang Indonesia pertama yang menerima gelar Profesor Kehormatan. Karena sebelumnya gelar serupa telah diberikan kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dari kampus yang sama pada Juni 2014.

Presiden RI ke-6 itu menjadi orang pertama yang mendapat gelar Profesor Kehoarmatan dalam bidang Ilmu Ketahanan Nasional.

Orang kedua yang mendapat gelar Profesor Kehoratan adalah Ketua Mahkamah Agung Muhammad Syarifuddin yang menerima gelar tersebut dari Universitas Diponegoro pada Februari 2021. Syarifuddin dikukuhkan sebagai guru besar tidak tetap dalam bidang Ilmu Hukum Pidana.

--- Simon Leya

Komentar