Breaking News

HUKUM Proyek Perumahan Dibangun Tanpa IMB, Advokat STS Lakukan Somasi 17 May 2021 10:44

Article image
Advokat Sugeng Teguh Santoso (STS) (Foto: Dokpri STS)
Sugeng meminta Pemkab harus segera menghentikan proyek perumaham tersebut dan membongkar unit rumah yang sudah dibangun pengembang.

BOGOR, IndonesiaSatu.co-- Salah seorang warga kemang yang juga Advokat Senior, Sugeng Teguh Santoso (STS) mengajukan keberatan dan meminta Bupati Bogor, Ade Yassin dan Kepala Dinas Badan Perijinan Terpadu Kabupaten Bogor, Dace, untuk tidak mengeluarkan perizinan proyek perumahan.

Pasalnya, proyek pembangunan perumahan mewah Kemang Eminance di jalan Raya Parung RT 001, RW 008, Desa Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, di bawah naungan PT. Mitra Selaras Sejati, diduga berdiri tanpa mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Usai mendapat laporan keberatan, Kadis Badan Perijinan Terpadu menyatakan akan menindaklanjuti dan melakukan mediasi antara pihak pengadu (Sugeng Teguh Santoso, red) dengan pihak pengembang perumahan.

Sugeng menerangkan bahwa pihak developer sudah menjual 7 unit rumah, namun tidak memiliki IMB.

Sugeng mengajukan keberatan dengan alasan bahwa sejak awal perumahan tersebut beroperasi, terjadi cut and fill dengan alat berat oleh pihak pengembang sehingga mengganggu lingkungan sekitarnya.

"Alat berat dan kendaraan (truk) keluar-masuk selama 24 jam tanpa henti, dan itu sangat mengganggu,” keluh Sugeng.

Selain itu, sebagai warga yang terdampak langsung dengan proyek perumahan tersebut, STS tidak pernah dimintakan pemberitahuan izin, apalagi persetujuan lingkungan oleh pihak pengembang.

Padahal, ada tiga bangunan milik Sugeng rusak, imbas dari pembangunan pemagaran perumahan; yaitu Mushala, gazebo, kamar mandi dan penginapan.

Ironisnya, pihak pengembang juga seenaknya konstruksi saluran air yang dibangun oleh Sugeng dengan konstruksi cor sepanjang 170 meter lebih.

“Jadi setelah diketahui, pada saat pertemuan, saya mendapatkan informasi bahwa izin lingkungan yang ada memang tidak memuat nama dan tanda tangan saya. Padahal, saya adalah warga yang juga terdampak langsung dan telah mengalami kerugian,”ungkap Sugeng.

Sugeng meminta Pemkab harus segera menghentikan proyek perumaham tersebut dan membongkar unit rumah yang sudah dibangun pengembang.

"Sangat ironis jika keberatan ini dibiarkan oleh Pemka maupun pengembang. Tentu akan ada upaya hukum jika tidak ditindaklanjuti," tegas Advokat yang dikenal sebagai 'Sang Pembela' ini.

--- Guche Montero

Komentar