Breaking News

INTERNASIONAL Raul Mundur dari Jabatan, Era Castro di Kuba Berakhir 17 Apr 2021 14:31

Article image
Pemimpin Kuba Raul Castro (tengah) resmi mundur dari jabatannya.(Foto: DPA via spiegel.de)
Selama memimpin Kuba, Castro dikenal memperjuangkan reformasi sosial dan ekonomi negaranya, meski tidak berjalan sesuai harapan.

HAVANNA, IndonesiaSatu.coPemimpin Kuba,  Raul Castro, 89 tahun, resmi mengundurkan diri dari Partai Komunis Kuba setelah memimpin selama enam dekade bersama kakaknya, Fidel Castro.

Disitir dari Spiegel Online, Sabtu (17/4/2021), pernyataan mundur Castro disampaikan dalam Kongres Partai Komunis Kuba yang berlangsung kemarin, Jumat (16/4/2021).

Dengan demikian, Raul Castro menepati janjinya di tahun 2018 lalu, bahwa ia akan menyerahkan kepengurusan Partai Komunis Kuba dan jabatan di pemerintahannya dalam tiga tahun kepada generasi baru.

"Kepengurusan dan kepemimpinan baru akan terdiri atas loyalis-loyalis partai dengan puluhan tahun pengalaman, penuh gairah, serta semangat anti-imperialis," ungkap Castro seperti dikutip dari Spiegel.de, Sabtu (17/4/2021).

Meski ia baru menyatakan akan mundur pada 2018 lalu, saat menyerahkan posisi presiden ke Miguel Diaz-Canel, proses transisi sudah dimulai sejak dua tahun sebelumnya.

Dalam kongres partai lima tahunan itu, Castro menyatakan sudah saatnya kepengurusan partai diperbarui.

Ia menyatakan, Partai Komunis Kuba tidak bisa  selalu dipimpin generasi lama yang bertarung di Sierra Maestra pada 1959 untuk menggulingkan diktator yang didukung Amerika Serikat (AS).

Namun, Castro memastikan loyalitas dan pengabdiannya terhadap Havanna tidak akan luntur. Ia menegaskan akan selalu siap terlibat jika tanah air, revolusi, dan sosialisme terancam.

"Saya percaya terhadap kekuatan dan semangat yang dimiliki oleh kompatriot saya," tambahnya.

Selama memimpin Kuba, Castro dikenal memperjuangkan reformasi sosial dan ekonomi negaranya, meski tidak berjalan sesuai harapan.

Ia menginginkan Kuba yang lebih terbuka setelah era kepemimpinan kakaknya, Fidel Castro. Ia juga mengatakan, Kuba siap memulai hubungan baru dengan AS setelah Joe Biden terpilih menggantikan Donald Trump.

 

--- Henrico Penu