REFLEKSI Menjadi Bahagia dengan Mendoakan Sesama / Semesta Berbahagia 25 May 2023 19:36
Mengharapkan dan mendoakan kebahagiaan orang lain -- bahkan segala makhluk dan semesta alam -- merupakan sikap batin dan tindakan mulia.
Oleh Valens Daki-Soo
Para pakar psiko-sibernetik (psycho-cybernetics) dan 'psikiatri spiritual' (spiritual psychiatry) bilang, kita adalah "akumulasi energi". Pikiran, perasaan dan kata-kata kita adalah energi.
Setiap kata yang kita ucapkan/tulis pasti menebar energi. Baik atau buruk dampaknya dapat dirasakan orang lain -- bahkan oleh hewan dan tumbuhan -- maupun oleh si pelontar kata itu sendiri.
Bayangkan, air pun memberikan "reaksi" yang berbeda untuk kata-kata berkat ataupun ucapan 'kutukan' dan umpatan.
Dr. Masaru Emoto dalam buku “The Hidden Messages in Water”, karya terlaris versi The New York Times menyadarkan jutaan orang bahwa air lebih dari sekadar molekul H2O. Emoto merevolusi cara berpikir kita tentang air, dan dampaknya terhadap kesehatan, kehidupan, dan lingkungan kita.
Salah satu pernyataan paling berani dari Emoto yang berhasil dibuktikannya secara ilmiah adalah bahwa air peka terhadap pikiran, perkataan, dan perasaan kita. Karena itu, air dapat mengubah struktur molekulnya sesuai dengan lingkungan tempat ia diperkenalkan. Masaru Emoto berpendapat bahwa doa dan musik heavy metal dapat memengaruhi struktur molekul air secara berbeda.
Menurut teori kesadaran air Dr. Emoto, air dapat merespons emosi, pikiran, kata-kata, dan bahkan pesan tertulis manusia.
Air dapat menangkap getaran sebagai akibat dari emosi tertentu dan mengubah strukturnya sesuai dengan itu. Misalnya, ketika Anda mengucapkan kata "Harapan" pada air dan menyiapkan kristal beku dari air ini, Anda akan mengamati penciptaan simetri yang indah di dalam kristal.
Hal ini dapat mengarah pada kesimpulan bahwa meminum air dengan emosi positif seperti cinta dapat memberikan efek positif bagi kesehatan manusia. Demikian pula, ketika Anda memaparkan air pada perasaan negatif seperti kebencian, mengonsumsinya dapat berpotensi membahayakan tubuh Anda.
Menurutnya, emosi dapat mengubah bentuk air, demikian juga pikiran manusia. Masaru Emoto membuktikan bahwa pikiran, sikap, emosi, dan niat kita secara fisik dapat mengubah struktur molekul air.
Misalnya, kristal yang dibentuk dengan air yang diperkenalkan dengan kata-kata "cinta dan syukur" itu jernih, besar, dan indah. Demikian pula, air dari berbagai sumber terkena doa. Gambar sebelum dan sesudah berdoa menunjukkan perubahan struktur molekul air yang menakjubkan. Struktur setelah sholat di setiap kasus jauh lebih jelas dan indah.
Pemikiran tentang kebencian juga beresonansi dalam molekul air, dan karenanya membentuk kristal yang jelek dan secara estetika kurang menarik.
Dr. Emoto percaya, air adalah cermin yang dapat menunjukkan kepada kita apa yang tidak dapat kita lihat. Air adalah cetak biru realitas kita, yang dapat berubah dengan satu pemikiran positif. Yang diperlukan hanyalah keyakinan jika Anda terbuka untuk itu.
Sahabat, alangkah baiknya di dalam kondisi apapun kita tetap berpikir dan berkata "baik" tentang sesama dan semesta alam. Bahkan ketika Anda difitnah, dihujat, dikhianati pun -- atau disalahkan alias dijadikan 'kambing hitam' dalam suatu kasus/kejadian yang sebenarnya bukan merupakan akibat kesalahan Anda -- disarankan tetaplah positif, berpikir dan berbuat baik.
Memperjuangkan kebenaran dan kebaikan pun bisa dalam jalur energi positif. Tentu, Anda berhak memilih cara lain, itu hak Anda. Namun mengikuti pendapat para pakar seperti diungkap di atas, sebaiknya tetap dalam frekuensi energi positif demi kebahagiaan Anda sendiri.
Mengharapkan dan mendoakan kebahagiaan orang lain -- bahkan segala makhluk dan semesta alam -- merupakan sikap batin dan tindakan mulia. Itu hanya bisa dilakukan mereka yang berjiwa besar, berpikiran luhur dan berkarakter indah. Mereka-lah pribadi-pribadi "tercerahkan".
Saya yakin, kita bisa berjuang terus ke arah sana.
Penulis adalah peminat filsafat, politik dan psikologi, CEO Veritas Dharma Satya (VDS) Group
Komentar