Breaking News

REGIONAL Teken MoU dengan Pemdes Detusoko Barat, Unflor Ende Implementasikan Program Kemitraan 04 Jun 2021 10:50

Article image
Kegiatan Program Kemitraan Pengembangan Pertanian Organik di Desa Detusoko Barat. (Foto: Dok.NW)
Kades Nando mengaku, Program Kemitraan Masyarakat Bagi Kelompok Tani Padi Organik di Desa Detusoko Barat selaras dengan visi Desa Detusoko Barat; yaitu mewujudkan masyarakat Desa Detusoko Barat yang berkarakter lokal, berdaya saing, mandiri, berbasis per

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Program Kemitraan antara Universitas Flores (Unflor), Pemerintah Desa Detusoko Barat dan Kampus 'Tanpa Dinding' yang merujuk pada konservasi pangan dan pengembangan produk pertanian organik, mulai menunjukkan langkah-langkah implementatif.

Hal itu dibuktikan melalui kegiatan Pembukaan Program Kemitraan Masyarakat Bagi Kelompok Tani Padi Organik yang berlangsung di Kantor Desa Detusoko Barat, Rabu (2/6/2021).

Adapun Program Kemitraan tersebut didukung oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-ristek) RI.

Pengembangan Produk Unggulan Desa

Kepala Desa Detusoko Barat, Nando Watu, dalam sambutannya mengatakan bahwa Program Kemitraan Masyarakat Bagi Kelompok Tani Padi Organik bertujuan untuk mengembangkan produk unggulan di Desa Detusoko Barat.

Nando mengapresiasi program kemitraan yang merupakan wujud kerja sama antara Uniflor dengan Pemerintah Desa dalam hubungannya dengan implementasi 'Kampus tanpa Dinding' sekaligus kolaborasi untuk 'Kampus Merdeka'.

"Desa Detusoko Barat sangat terbuka dengan pengembangan kegiatan yang ada di Desa, sehingga kami bersyukur Desa Detusoko Barat dipilih menjadi Desa dampingan dari program dimaksud," ujar Nando.

Kades Nando mengaku, Program Kemitraan Masyarakat Bagi Kelompok Tani Padi Organik di Desa Detusoko Barat selaras dengan visi Desa Detusoko Barat; yaitu mewujudkan masyarakat Desa Detusoko Barat yang berkarakter lokal, berdaya saing, mandiri, berbasis pertanian terpadu dan eco-wisata, dengan mengedepankan teknologi dan informasi menuju masyarakat adil dan sejahtera. 

"Visi tersebut dijabarkan dalam misi membangun infrastruktur ekonomi masyarakat dan menciptakan aneka produk dan jasa unggulan dari Desa dengan berpijak pada Pertanian dan Pariwisata melalui BUMDES sebagai penggerak ekonomi warga," kata alumnus STFK Ledalero ini.

Lembaga Adat sebagai Pilar Penyanggah

Dalam program Kemitraan tersebut, pelibatan lembaga adat menjadi penting guna mendukung upaya pengembangan Desa.

Perwakilan Pemangku Adat, Stanislaus Satu, dalam sambutannya mengapresiasi kerjasama dengan Unflor sejak 2021 dan berkomitmen mendukung kegiatan-kegiatan positif untuk pengembangan Desa guna mewujudkan Visi dan Misi Desa Detusoko Barat.

Sementara Kepala LPPM Unflor, Dr.Willybrodus Lanamana, dalam sambutannya menerangkan bahwa sudah selama tahun Uniflor bekerjasama dengan Kemendibuk-ristek yang sebelumnya dikenal dengan nama Kemenristek-BRIN.

Menurutnya, sasaran terpenting dari program kemitraan yakni terjadinya perubahan pada masyarakat sehubungan dengan pengetahuan yang diimplementasikan melalui program dimaksud. 

"Setiap program harus dilakukan pre-test dan post-test agar dapat diukur tingkat keberhasilannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) harus dapat sampai pada tingkat keberlanjutan dan kemandirian masyarakat setempat dan tidak hanya sebatas pada penyuluhan atau pelatihan," ungkapnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan Sosialisasi Program Kemitraan Masyarakat Bagi Kelompok Tani Padi Organik di Desa Detusoko Barat oleh Dekan Fakultas Pertanian Uniflor, penandatanganan kerja sama, paparan materi dan indentifikasi lahan oleh Ketua 'Kampus Tanpa Dinding' yang dibantu oleh anggota Uma Rema Class.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Uniflor Falentina Lucia Banda, S.E., M.Sc., Kepala Desa Detusoko Barat Ferdinandus Watu, S.Fil. beserta jajarannya, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Uniflor Dr. Willybrodus Lanamana, MMA., Dekan Fakultas Pertanian Uniflor Dr. Sri Wahyuni, S.P., M.Si. beserta jajarannya, Pendiri sekaligus Ketua Kampus Tanpa Dinding Iis Beribe, para pemangku adat (mosalaki) setempat, pemilik lahan, dan mahasiswa pengurus kelas kreatif Fakultas Pertanian Uma Rema Class.

--- Guche Montero

Komentar