Breaking News

MAKRO CORE: Debat Capres Jangan Bahas Soal Printilan Energi 15 Feb 2019 14:19

Article image
Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Ekonomi Center of Reform on Economics (Core), Mohammad Faisal. (Foto; ist)
CORE meminta agar dalam debat capres nanti sebaiknya membahas mengenai strategi mendorong perekonomian Indonesia melalui pemanfaatan energi.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Ekonomi Center of Reform on Economics (Core), Mohammad Faisal mengatakan, jelang debat kedua calon presiden, dirinya meminta agar kedua calon presiden dapat memaparkan mengenai permasalahan energi dalam kebijakannya dalam pertumbuhan ekonomi. Dalam paparannya juga Faisal mengharapkan agar yang dibahas bukan hanya masalah ‘printilan’ seperti EBT dan kilang.

"Karena fungsinya itu sinergi dan tidak bisa berdiri sendiri dan menjadi modal dasar pembangunan nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi."kata Faisal dalam Media Discussion di Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Faisal juga menyebutkan, isu energi ini akan menjadi salah satu isu yang hangat diperdebatkan dalam debat presiden yang jatuh pada tanggal 17 Februari mendatang. Pasalnya kedua pasangan calon menyebutkan energi dalam satu poin misinya.

"Jadi perdebatan semsetinya tidak hanya teknis bagaimana cara misalkan mendorong liftingnya, bagaimana cara dorong energi terbarukan tapi bagaimana menekankan pemanfaatan energi untuk membangun pertumbuhan ekonomi,"papar Faisal.

Dirinya menambahkan contoh kebijakan pembangunan energi seperti distribusi dan bagaimana harganya semestinya dikaitkan dengan kebijakan pembangunan industri sebab salah satu sebab lemahnya daya saing Indonesia adalah karena harga energi yang mahal.

"dalam debat nanti bagaimana seorang calon presiden menjawab masalah itu. Harga, biaya produksi yang mahal. Jadi beri terobosan seperti apa."tambahnya.

Selain kaitan energi dengan kebijakan, dirinya juga meminta dalam debat nanti capres mengaitkannya dengan kebijakan peningkatan kesejahteraan.

"Harga BBM untuk transport maupun listrik, seperti apa kebijakannya. Misalnya disesuaikan dengan struktur pendapatan masyarakat yang ketimpangannya cukup tinggi antara yang kaya dan miskin.

Mengenaik visi kedua calon yang menyebut Energi Baru Terbarukan (EBT), Faisal menyebutkan kedua pasangan calon memiliki visi yang sama sehingga pembahasan mengenai pembangunan ekonomi dari sisi pemanfaatan energi akan menjadi hal yang paling ditunggu.

--- Sandy Romualdus

Komentar