Breaking News
0 comments, 19/02/2026, by Redem Kono

Dengan bersikap rasional, kita terlebih dahulu mempertimbangkan manfaat dan kegunaan barang (kebutuhan) dibandingkan hanya kepuasan sesaat (keinginan). Read more...

0 comments, 16/02/2026, by Redem Kono

Sejarah dikenang, masa kini dirayakan, masa depan diperjuangkan. Perayaan Imlek, dalam kaca mata Filsuf Jerman Ernst Cassirer sebagai bukti kehadiran manusia sebagai makhluk simbolis (animal symbolicum). Read more...

0 comments, 10/02/2026, by Redem Kono

Menurut Kovach dan Rosenstiel (2014), jurnalisme kehilangan maknanya ketika kebenaran dikorbankan demi klik dan trafik. Jika pers terjebak dalam logika pasar semata, maka fungsi etik dan sosialnya akan melemah. Read more...

0 comments, 09/02/2026, by Redem Kono

Data survei adalah representasi realitas, bukan kenyataan itu sendiri. Data selalu menyederhanakan realitas, karena penyederhanaan realitas akan memilih aspek tertentu dan mengabaikan yang lain. Read more...

0 comments, 02/02/2026, by Redem Kono

Ketika menjalani pembuangan di Boven Digul, Bung Hatta menulis buku Alam Pikiran Yunani. Tubuhnya dipenjara, tetapi pikirannya bebas merdeka, bahkan bertualang kepada imajinasi Indonesia Merdeka. Read more...

0 comments, 31/01/2026, by Redem Kono

Serahkan pada ahlinya. Pemerintah harus membuka dan mendesain akses partisipasi para teknokrat untuk terlibat dalam pengambilan kebijakan publik. Read more...

0 comments, 26/01/2026, by Redem Kono

Andaikan Plato (428-348 SM), filsuf Yunani kuno paling terkenal itu hidup di Indonesia saat ini, ia akan berbangga karena gagasan, kritik, dan harapannya terhadap demokrasi tetap relevan dan aktual. Read more...

0 comments, 15/01/2026, by Redem Kono

Kita memerlukan gerakan intelektual untuk memancing kritisisme di ruang publik. Akademisi, masyarakat sipil, dan mahasiswa harus proaktif membangun diskursus intelektual. Read more...