Reshuffle Kabinet atau Rotasi Kekuasaan?
Stabilitas dijaga, tetapi mesin pertumbuhan tetap dinyalakan, agar ketika tekanan global mereda, Indonesia tidak hanya selamat dari kebobolan tetapi juga siap mencetak gol pertumbuhan berikutnya. Read more...
TNI sebagai institusi negara memiliki mandat konstitusional untuk melindungi warga negara, termasuk masyarakat sipil di wilayah konflik. Read more...
Di tengah luasnya alam semesta, manusia hanyalah setitik kecil. Namun, justru dalam keterbatasan itu, manusia tetap berharga. Hidup bukan sesuatu yang remeh melainkan anugerah yang layak disyukuri. Read more...
Paskah bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi dorongan untuk membangun perubahan nyata: membela kaum miskin, memperjuangkan perdamaian, dan merawat bumi sebagai rumah bersama. Read more...
Pada akhirnya, kepemimpinan sejati diuji dalam situasi krisis yakni melalui ketegasan, ketenangan, tanggung jawab, serta kemampuan untuk menginspirasi dan bekerja sama di tengah kesulitan. Read more...
Tanpa langkah korektif yang serius, MBG berisiko menjadi contoh klasik bagaimana kebijakan besar gagal bukan karena niatnya, tetapi karena desain dan kepentingan di baliknya. Read more...
Habermas sering dijuluki penjaga nalar publik atau penjaga api pencerahan. Karena ia sangat meyakini kemampuan rasio, komunikasi, diskursus dan nalar publik. Read more...
Tenang di era digital bukan berarti menjauh dari teknologi, melainkan bijak dalam memilih apa yang layak diikuti, sehingga hidup lebih seimbang dan fokus pada hal-hal yang memberi makna. Read more...
Kita harus mengambil hikmah: Perang AS-Israel melawan Iran menjadi bukti bahwa kemajuan teknologi tidak dibarengi moralitas akan berujung pada kehancuran, kerusakan, dan kemelaratan. Read more...
Indonesia ditantang untuk mempertahankan otonomi dan independensinya terkait preferensi kemerdekaan Palestina, termasuk mampu menjalankan politik bebas aktif dan memastikan kepentingan nasional terakomodasi. Read more...
Terlalu dini bahas capres-cawapres 2029. Masyarakat harus dipertontonkan kerja-kerja pro rakyat dan merakyat, sehingga akan menimbulkan semangat partisipasi publik. Read more...
Dengan bersikap rasional, kita terlebih dahulu mempertimbangkan manfaat dan kegunaan barang (kebutuhan) dibandingkan hanya kepuasan sesaat (keinginan). Read more...
Sejarah dikenang, masa kini dirayakan, masa depan diperjuangkan. Perayaan Imlek, dalam kaca mata Filsuf Jerman Ernst Cassirer sebagai bukti kehadiran manusia sebagai makhluk simbolis (animal symbolicum). Read more...
Menurut Kovach dan Rosenstiel (2014), jurnalisme kehilangan maknanya ketika kebenaran dikorbankan demi klik dan trafik. Jika pers terjebak dalam logika pasar semata, maka fungsi etik dan sosialnya akan melemah. Read more...
Data survei adalah representasi realitas, bukan kenyataan itu sendiri. Data selalu menyederhanakan realitas, karena penyederhanaan realitas akan memilih aspek tertentu dan mengabaikan yang lain. Read more...
Data terbaru Pusdatin Kemendikdasmen per November 2025 menunjukkan ada 4.149.742 anak tidak sekolah di Indonesia. Sekitar 76% keluarga mengakui anak putus sekolah karena kendala biaya. Read more...
Ketika menjalani pembuangan di Boven Digul, Bung Hatta menulis buku Alam Pikiran Yunani. Tubuhnya dipenjara, tetapi pikirannya bebas merdeka, bahkan bertualang kepada imajinasi Indonesia Merdeka. Read more...
Serahkan pada ahlinya. Pemerintah harus membuka dan mendesain akses partisipasi para teknokrat untuk terlibat dalam pengambilan kebijakan publik. Read more...
Andaikan Plato (428-348 SM), filsuf Yunani kuno paling terkenal itu hidup di Indonesia saat ini, ia akan berbangga karena gagasan, kritik, dan harapannya terhadap demokrasi tetap relevan dan aktual. Read more...