Breaking News

TAJUK Semangat Membara di Tahun Kuda Api 16 Feb 2026 08:15

Article image
Tahun 2026 adalah Tahun Kuda Api. (Foto: Ist)
Sejarah dikenang, masa kini dirayakan, masa depan diperjuangkan. Perayaan Imlek, dalam kaca mata Filsuf Jerman Ernst Cassirer sebagai bukti kehadiran manusia sebagai makhluk simbolis (animal symbolicum).

Tahun Baru Imlek 2026 jatuh pada hari Selasa, 17 Februari 2026. Ini pertanda dimulainya tahun Kuda Api (Bing Wu) yang melambangkan energi, kecepatan, gairah, dan transformasi dinamis. 

Saat ini, Imlek kini diakui secara global sebagai perayaan budaya penting, tidak terbatas pada etnis Tionghoa saja, melainkan menjadi simbol keberagaman, reuni keluarga, dan harapan baru di berbagai belahan dunia.

Untuk masyarakat Tionghoa, Imlek adalah momentum kumpul bersama, di mana individu kembali ke rumah untuk berbagi berkah, angpao, dan harapan akan keberuntungan baru.

Tidak hanya itu, perayaan Imlek menggerakkan ekonomi secara signifikan. Fenomena “mudik” saat Imlek dianggap salah satu migrasi terbesar di dunia. Di Indonesia, Imlek meningkatkan omzet penjualan kuliner khas, ornamen, dan sektor pariwisata.

Imlek mulai dirayakan secara publik pasca reformasi 1998. Negara memberikan pengakuan terhadap kehadiran dan kontribusi komunitas Tionghoa dalam sejarah bangsa yang sebelumnya mengalami tekanan represi hebat rezim Orde Baru.

Kita bersyukur, saat itu Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menerbitkan Keputusan Presiden no. 6 Tahun 2000 yang memberikan kesempatan bagi warga keturunan Tionghoa untuk melakukan aktivitas kebudayaannya di hadapan umum. Keputusan ini serta merta membatalkan Instruksi Presiden no. 14 Tahun 1967 yang kala itu memberikan batasan-batasan kepada etnis Tionghoa.

Dua tahun kemudian melalui Keputusan Presiden no. 19 Tahun 2002, Presiden Megawati Sukarnoputri menetapkan Imlek sebagai hari libur nasional.

Sejarah dikenang, masa kini dirayakan, masa depan diperjuangkan. Perayaan Imlek, dalam kaca mata Filsuf Jerman Ernst Cassirer sebagai bukti nyata kehadiran manusia sebagai makhluk simbolis (animal symbolicum).

Unsur-unsur rutin yang ada dalam Imlek seperti jeruk, warna merah, dan ritual menjadi simbol yang diciptakan untuk mengekspresikan pengalaman, kebersamaan, harapan, dan persaudaraan.

Jeruk mandarin melambangkan kemakmuran dan keberuntungan, serta warna merah diciptakan untuk mengungkapkan keinginan dan harapan akan kehidupan yang lebih baik.

Tidak kalah penting adalah pemakaian Shio, yakni sistem astrologi Tionghoa yang menggunakan 12 hewan untuk mewakili siklus 12 tahunan. Setiap simbol hewan memiliki karakteristik unik dan diyakini memengaruhi kepribadian serta nasib seseorang yang lahir pada tahun tersebut.

Tahun adalah Kuda Api. Kuda Api adalah salah satu kombinasi paling dinamis dalam zodiak Tionghoa yang hanya muncul setiap 60 tahun sekali. Tahun Kuda Api terdekat adalah 2026 (dimulai pada 17 Februari 2026) dan sebelumnya terjadi pada 1966.

Astrolog shio memperkirakan tahun 2026 adalah tahun dengan energi tinggi, keberanian, dan perubahan cepat. Ini adalah hasil perpaduan elemen Api dengan shio Kuda yang dinamis. Tahun ini menekankan aksi nyata, kebebasan, dan peluang besar untuk terobosan baru, meski membawa risiko emosi yang meledak-ledak dan perilaku impulsif. 

Kuda Api membawa semangat kompetitif, energi tak terbatas, dan kreativitas yang tinggi. Karena itu, dibutuhkan pergerakan cepat dan adaptasi tinggi di berbagai sektor seperti bisnis dan teknologi.

Warna merah yang melekat pada Kuda Api melambangkan kemakmuran, namun juga peringatan untuk waspada terhadap emosi, ketidaksabaran, dan risiko keuangan akibat impulsivitas. Secara keseluruhan, tahun Kuda Api adalah waktu untuk bertindak berani dan mengambil kesempatan, tetapi tetap diimbangi dengan perencanaan yang matang. 

Satu hal yang pasti, tahun Kuda Api mengajarkan kepada kita satu hikmah penting: manajemen risiko. Inovasi dan kreativitas berbasis kecepatan harus diimbangi dengan identifikasi, analisis, dan mitigasi risiko (seperti finansial, hukum, strategis, operasional) secara terstruktur sehingga dapat mencegah, mengurangi, atau mengalihkan dampak negatif dari ancaman.

Program Makan Bergizi Gratis, misalnya, selalu dikejar kecepatan pembukaan dapur (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi). Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan setidaknya 30.000-33.000 dapur (SPPG) dibangun hingga akhir 2026, dengan anggaran mencapai Rp. 335 Triliun.

Namun, pada serentak, tanpa manajemen risiko yang baik, terdapar banyak kasus keracunan, potensi penyelewengan anggaran, keamanan pangan, higienitas dapur, dan distribusi yang tidak tepat waktu sehingga memicu desakan evaluasi total. 

Semangat membara dan energi berlimpah sangat penting untuk memulai. Keberanian mengambil risiko sering kali menjadi titik awal perubahan yang berarti. Langkah berani yang diambil hari ini dapat membuka peluang yang tidak terlihat jika hanya bertahan pada pilihan aman.

Dengan perhitungan yang matang dan keyakinan pada tujuan, keputusan untuk melangkah adalah pilihan yang bernilai di masa depan.

Tahun baru, keberuntungan baru, pintu rezeki baru. Selamat Tahun Baru Imlek 2026. Gong Xi Fa Cai.

Salam Redaksi IndonesiaSatu.co

Komentar